entah apa, ada sesuatu yang
tidak bisa kuungkapkan dengan kata. Ada perih yang telah tertanam dalam jiwa
ku. cukup lama.
aku masih bisa tersenyum bahkan tertawa. Aku bisa melakukan semua itu..tapi jika semua itu sebatas topeng. Bolehkah?
aku masih bisa tersenyum bahkan tertawa. Aku bisa melakukan semua itu..tapi jika semua itu sebatas topeng. Bolehkah?
aku hanya tidak ingin terlihat seperti orang yang lemah dan hilang arah. Aku ingin mereka melihat ku seperti aku yang dulu. Tertawa...periang... TANPA TOPENG!
dan aku berhasil. Aku bisa melakukan nya. aku terlihat seperti orang paling tolol sedunia. Setiap hari aku melakukan sandiwara dengan senyum palsu yang tersungging di bibirku. jiwa ku telah hilang. Ini bukan jiwa ku. jiwa ku telah kosong. Aku bukan orang yang peka lagi, aku bukan orang yang mudah menangis dimana saja, aku berubah menjadi si egois dan si batu.
Kau tau
sebenarnya aku ingin marah..aku ingin menangis. Tapi tidak bisa! Aku ingin
mencabik-cabik dan mencakar. Ya, aku ingin menantang amarah takdir. Kau pikir
dia marah? Tidak. Takdir berusaha setenang mungkin dia hanya menjalankan tugas
nya.
aku tidak bisa melakukan nya. bukan karna aku tidak bisa marah atau aku tidak bisa menangis karna air mata ku habis. Tidak. Bukan itu!! pada kenyataan nya air mata manusia itu tidak akan pernah ada habisnya tapi... ah entah lah.
aku tidak bisa melakukan nya. bukan karna aku tidak bisa marah atau aku tidak bisa menangis karna air mata ku habis. Tidak. Bukan itu!! pada kenyataan nya air mata manusia itu tidak akan pernah ada habisnya tapi... ah entah lah.
percuma. Tidak ada yang menyediakan bahu nya untuk ku. tidak ada yang menyediakan telinganya untuk mendengarku.
apa aku terlihat seperti bocah yang merengek-rengek minta diperhatikan? Idiot! Aku hanya merindukan sosok seorang ayah. itu saja. Aku tak butuh pria yang so menjadi pahlawan kesiangan di tengah gelap. memberi perhatian lebih atau menjadi sosok paling dibutuhkan. Cih!
Aku heran
saja, aku hanya mengatakan bahwa aku selalu melewati malam yang sulit. Malam ku
seperti sudah menjadi waktu pemutaran masa lalu, otak ku seperti diperintahkan
secara otomatis untuk memutar kenangan-kenangan indah tapi membuatku sakit. Dan
jika kau bilang itu berlebihan atau bilang aku so mencari perhatian dengan
menjadi sosok yang terlihat sangat lemah dan malang. Demi apapun aku membencimu.
Kau bisa mengatakan ini berlebihan sekarang. Saat kau belum merasakan apa yang
kurasakan saat kau belum mengalami apa yang telah ku alami.
jangan so paling mempunyai banyak pengalaman. Usia kita tak jauh berbeda, kau memang terlihat dewasa tapi hati mu tak lebih dari bocah umur lima tahun.
jangan so paling mempunyai banyak pengalaman. Usia kita tak jauh berbeda, kau memang terlihat dewasa tapi hati mu tak lebih dari bocah umur lima tahun.
Nb: jangan terlalu dianggap tulisan ini. cuma iseng tengah malam, belajar nulis satu tulisan dengan tema sama tujuan nya lebih dari satu orang. tidak menyindir siapapun kok;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar