Banyak hal yang telah terjadi,
padaku juga padamu. Aku pernah bilang bahwa pertemanan ini luar biasa dan aku
sangat tidak ingin menjadi jauh, tapi aku juga pernah bilang padamu saat itu;
bahwa nanti setelah kita menjadi asing aku ingin kamu yang menghampiriku
terlebih dahulu, kamu boleh bilang aku hanya berbicara tentang harga diriku
tapi kamu harus tahu bahwa aku hanya lelah mempertahankan sesuatu yang akhirnya
pergi juga. Kamu boleh bilang aku yang egois disini.
Telah
beberapa kali aku mempertahankan hubungan pertemanan yang akhirnya menjadi
asing juga, aku bahkan berusaha menghubunginya beberapa kali walaupun ia
katakan ia sibuk dan akhirnya kita menjadi asing saat ini. Kamu juga tahu itu
siapa karena aku telah menceritakannya beberapa kali padamu. Tapi, kamu juga
tahu bahwa kamu salah satu yang berharga dihidupku saat ini, saat melewati
banyak hal yang sulit kamu selalu ada saat itu dan aku tidak mungkin
melupakannya, tapi aku tidak punya cara untuk menahanmu, aku sadar bahwa
langkah kita semakin lebar dan aku tak bisa mempersempit jarak, aku juga tidak
bisa memintamu untuk selalu bertemu.
Pada akhirnya
mungkin kamu akan sama dengan yang lain, melangkah pergi. Ibu ku bilang itu
hanya proses untuk menjadi dewasa bahwa semua orang pasti akan melangkah
masing-masing aku hanya pemimpi yang mempunyai teman seperti kamu sampai kita
beruban. Aku pernah
bilang padamu bahwa kelak jika kita menjadi asing aku mohon kamu lah orang yang
pertama mengulurkan lenganmu karena sungguh aku tidak percaya diri setelah kamu
bertemu orang-orang baru yang lebih menyenangkan.