Senin, 02 Juni 2014

Tentang mu yang berakhir



Saat ini semua harapanku terhadapmu telah benar-benar aku lepaskan, aku menyerah. Seharusnya aku sadar itu dari awal, seharusnya aku melakukan ini sejak pertama kali tahu kamu sudah mempunyai seseorang di samping mu. Aku tidak tahu, tapi saat itu dengan melihatmu saja ku pikir sudah cukup, ternyata aku menuntut diriku sendiri untuk mengenalmu dan mencari tahu sosok kamu lebih jauh yang justru semua itu lah yang membuatku sulit melepaskanmu saat ini.

Sekarang aku melihat tawa dan pelukan hangat disekelilingku tapi aku tahu dihati mereka mungkin terselip kepedihan karena mereka tahu betul tawa dan pelukan itu adalah untuk yang terakhir kalinya. Termasuk kamu, kamu bagian dari mereka, mereka yang akan pergi dan melepaskan segala embel-embel putih-abu yang masih aku kenakan. 

Kamu mungkin tidak akan pernah merasa kehilangan seperti yang kurasakan saat ini karena kamu punya sosok yang kamu peluk erat entah sampai kapan.

Dua tahun ini seakan menjadi pengharapan yang sia-sia, sebenarnya apa yang aku perjuangkan darimu sementara aku tahu kamu sudah tidak sendiri. Memang aku berhasil mengenalmu dan aku bahagia karena itu, awalnya aku pikir mengenalmu adalah sesuatu yang sulit tapi jauh dari bayangan ku kamu adalah sosok yang ramah terhadap siapapun, meskipun kamu tetap menjadi angan tapi setidaknya aku bisa melihat senyum mu lebih dekat dari sebelumnya. 

Saat ini, kamu benar-benar melangkahkan kaki mu semakin jauh. Kamu benar-benar hilang dari pandanganku, hal-hal kecil yang aku syukuri tentang kamu kini lenyap. Aku memang bukan orang yang menaruh harapan besar terhadap apapun, aku cukup realistis. Dengan seperti itu aku akan tahu apa itu sakit dan aku akan bisa mengatasinya. Katakan saja aku ini salah, saat bersamamu aku tidak bisa mengendalikan anganku dan tepat saat itu aku jatuh dan aku sadar bahwa tidak semua cerita punya happy ending dan aku juga sadar diantara kita tidak pernah ada cerita itu, aku dan kamu bahkan tidak punya kisah apapun.

            Aku tidak berjanji, tapi aku mencoba berhenti untuk mencari tahu tentang hidupmu lagi setelah ini. Entah mengapa aku malah mendo’akan mu untuk tidak melepaskan wanitamu aku bahkan berharap suatu saat nanti aku akan bertemu denganmu yang sedang menggenggam erat lengan wanita mu dan aku akan benar-benar sadar bahwa kamu bukan takdirku. Saat ini segala yang terbaik aku do’akan untukmu mungkin juga kekasihmu. Tapi, Tentangmu berakhir sampai disini saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar