Saat ini
semua harapanku terhadapmu telah benar-benar aku lepaskan, aku menyerah.
Seharusnya aku sadar itu dari awal, seharusnya aku melakukan ini sejak pertama
kali tahu kamu sudah mempunyai seseorang di samping mu. Aku tidak tahu, tapi
saat itu dengan melihatmu saja ku pikir sudah cukup, ternyata aku menuntut
diriku sendiri untuk mengenalmu dan mencari tahu sosok kamu lebih jauh yang
justru semua itu lah yang membuatku sulit melepaskanmu saat ini.
Sekarang
aku melihat tawa dan pelukan hangat disekelilingku tapi aku tahu dihati mereka
mungkin terselip kepedihan karena mereka tahu betul tawa dan pelukan itu adalah
untuk yang terakhir kalinya. Termasuk kamu, kamu bagian dari mereka, mereka
yang akan pergi dan melepaskan segala embel-embel putih-abu yang masih aku
kenakan.
Kamu
mungkin tidak akan pernah merasa kehilangan seperti yang kurasakan saat ini
karena kamu punya sosok yang kamu peluk erat entah sampai kapan.
Dua tahun
ini seakan menjadi pengharapan yang sia-sia, sebenarnya apa yang aku
perjuangkan darimu sementara aku tahu kamu sudah tidak sendiri. Memang aku
berhasil mengenalmu dan aku bahagia karena itu, awalnya aku pikir mengenalmu
adalah sesuatu yang sulit tapi jauh dari bayangan ku kamu adalah sosok yang
ramah terhadap siapapun, meskipun kamu tetap menjadi angan tapi setidaknya aku
bisa melihat senyum mu lebih dekat dari sebelumnya.
Saat ini,
kamu benar-benar melangkahkan kaki mu semakin jauh. Kamu benar-benar hilang
dari pandanganku, hal-hal kecil yang aku syukuri tentang kamu kini lenyap. Aku
memang bukan orang yang menaruh harapan besar terhadap apapun, aku cukup
realistis. Dengan seperti itu aku akan tahu apa itu sakit dan aku akan bisa
mengatasinya. Katakan saja aku ini salah, saat bersamamu aku tidak bisa mengendalikan
anganku dan tepat saat itu aku jatuh dan aku sadar bahwa tidak semua cerita
punya happy ending dan aku juga sadar
diantara kita tidak pernah ada cerita itu, aku dan kamu bahkan tidak punya
kisah apapun.
Aku
tidak berjanji, tapi aku mencoba berhenti untuk mencari tahu tentang hidupmu
lagi setelah ini. Entah mengapa aku malah mendo’akan mu untuk tidak melepaskan
wanitamu aku bahkan berharap suatu saat nanti aku akan bertemu denganmu yang
sedang menggenggam erat lengan wanita mu dan aku akan benar-benar sadar bahwa
kamu bukan takdirku. Saat ini segala yang terbaik aku do’akan untukmu mungkin
juga kekasihmu. Tapi, Tentangmu berakhir sampai disini saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar