“Foto siapa?”
Aku menoleh,
saat tiba-tiba ada seorang pria duduk disampingku. Menakutkan. Pakaian yang
serba hitam itu membuat siapapun yang melihat jadi bergidik ngeri. Di tambah
dengan rambut gondrong yang ia ikat asal. Aku berusaha tenang.
“Ayah.”
Jawabku tenang. Dia mengangguk.
“kalau
orang yang udah pergi itu biasa nya emang sering banget di kangenin. Kenapa ya?”
katanya santai sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku taman. di
sampingku. Aku menoleh dengan tatapan heran. “kok tahu kalau ayah saya udah gak
ada mas?”
Dia hanya
tersenyum kecil, lalu mendecak. “Ayah saya juga udah gak ada sih.” Jawabnya seperti
tanpa beban. Aku alihkan pandangan ku padanya, kulihat guratan wajahnya yang
tak menunjukan gurat kesedihan sedikitpun namun saat aku melihat matanya, aku
tahu, sorotan mata itu, sorot mata kerinduan. Aku yakin hatinya tak seperti
caranya berpakaian yang serba hitam.
“Saya
kasih tau ya de, saya ini bukan ustadz, saya ini berandalan yang hidup di
jalanan. Tapi saya tahu rasanya kehilangan itu seperti apa. Sakit. saya sering
perhatiin kamu tiap sore disini, Cuma prihatin aja sih. Jangan keterusan
sedihnya ya, kamu harus bangkit. Jangan kayak saya, idup saya udah terlanjur
gini.” Keningku berkerut samar. Kata-katanya sangat jauh dari ekspetasi ku sebelumnya,
penilaian ku bertambah.
Tiba-tiba
dia mengeluarkan foto dari dompetnya, perlahan dia memperlihatkan nya padaku. “Ini
foto ayah saya, ini ibu saya, ini saya, dan ini kamu waktu masih umur 5 tahun.” Katanya
sambil menunjukan wajah-wajah di foto itu, aku terpana, lalu menatapnya tanpa
berkedip. Air bening dari mataku jatuh perlahan. “Mas dio..” desis ku
sangat pelan. Dia tersenyum. Sambil mengacak rambutku pelan. Lalu, dia mengecup
puncak keningku.
“Jaga
diri kamu baik-baik ya de.” Saat itu juga dia bangkit lalu pergi.
Aku meneriakan
namanya berulang kali namun dia tak menoleh. Dimana tongkat sialan itu ku simpan
tadi? Aku terus memanggilnya dengan penuh tangisan histeris. “Kak, sekarang adikmu
lumpuh.” desisku dengan penuh isakan namun dia tetap berlalu.
mantap mba agan,., hehe,.
BalasHapus