Rabu, 26 Desember 2012

Haruskah aku bersabar dalam hal ini?


pada hakikatnya manusia memang punya batas kesabaran nya masing-masing. relatif, manusia kadang berusaha bersabar lebih lama untuk sesuatu yang dianggap penting. misalnya, merelakan waktunya untuk menunggu karena yang di tunggu menjanjikan untuk datang.

tapi jika terus bersabar untuk menunggu sesuatu yang (mungkin) tidak akan pernah datang. bagaimana?
jika berharap suatu pernyataan yang (mungkin) tidak akan pernah terucap. bagaimana?
haruskah bertindak sabar dalam hal ini? bukan kah kesabaran itu  relatif, relatif sejauh mana orang itu mampu bertahan.

pertanyaan-pertanyaan semacam itu sebenarnya sudah menggunung di benak ku. sejak kehadiran setan cinta yang membiusku habis-habisan, siapa lagi kalau bukan kamu.
setiap hari kau jejali aku dengan perhatian-perhatian kecilmu itu yang aku anggap sebagai sesuatu yang spesial tapi nyatanya dimata kamu? biasa saja. itu masih bisa aku tolelir mungkin memang faktanya wanita mudah sekali terbang. saat jatuh? sampai terperosok!
tapi...
 selamat pagi sayang semoga harimu menyenangkan... cepet makan... jangan tidur larut... jangan lupa sama perut... selamat tidur peri kecil..

dan segudang perhatian lain nya yang aku simpan rapi dalam file-file memori kecil di otak ku, masih pantas kah disebut berlebihan jika aku menunggu suatu pernyataan darimu? letak kesalahan nya masih kah pada wanita jika pria yang memancing dan memanfaatkan perasaan wanita yang peka untuk kesenangan nya. untuk segala macam fantasinya? katakan letak kesalahan ada pada siapa?
bahkan awalnya aku tak pernah memperdulikan perhatian-perhatian yang maha tidak penting itu. awalnya tidak ada sedikit pun rasa yang aku sisihkan untukmu. tapi kamu.. memaksa semuanya itu hadir secara perlahan, kamu memaksa menerobos masuk dalam kehidupanku lebih jauh. akhirnya apa? aku kecanduan kamu habis-habisan. aku tidak bisa jika sehari pesan dari mu tidak mengiasi inbox di ponselku. seMahadahsyat ini kah efek dari perhatian yang kau anggap biasa itu? aku mulai ragu.. tentang keberadaan hati di dalam dirimu.

Aku butuh suatu kejelasan!
aku butuh suatu pernyataan dari semua perhatian mu yang menggunung itu.
aku butuh suatu nama atas kisah absurd ini. "kita?"

sejahat itu kah kamu? membiarkan perasaan seorang wanita terkatung-katung hanya karena meminta sebuah kepastian dan pernyataan darimu. lantas apa artinya perhatian yang kau berikan selama ini? apa artinya kalimat-kalimat puitis yang "katanya" kau tulis untuk ku? persetan! kau jelmaan iblis!

 kembali ke topik awal. kesabaran manusia itu memang ada batasnya, batas itu adalah saat manusia itu sendiri tak mampu untuk bertahan.
dan kurasa cukup sampai disini saja, aku ingin menyelesaikan kisah tak bernama ini tanpa perpisahan dan tanpa kejelasan, aku tak mampu lagi untuk bertahan. 
menjauh perlahan adalah pilihan satu-satunya, mengabaikan mu adalah langkah terbaik. saat jarak itu mulai tercipta diantara kita jangan sesekali kau coba untuk memaksa menerobos jarak itu. karena semuanya tak akan lagi tercipta. KADALUARSA!

Nb; untuk semua pria yang memberi angin surga lalu meniupkan aroma neraka. enyah lah kau para pemberi harapan palsu.













Sabtu, 17 November 2012

Temani aku menikmati hujan

  
   Sekarang tak sama lagi, dua sisi jendela hanya sebuah kenangan.

saat itu ada aku dan ayah sedang menikmati hujan di penghujung senja. kami tak berucap tapi kami saling mengisi jiwa, dengan melihat tetes-tetes hujan dari balik jendela.
        kini tak sama lagi yah, aku tidak akan pernah mau lagi melihat hujan dari balik jendela ruang tamu. aku tak mau. salah satu sisi jendelanya telah kosong . bukan lagi ayah yang menemaniku melihat hujan tapi kesunyian. kini aku lebih sering mengintip hujan dari balik jendela kamarku. iya, rasanya hambar. tak sebahagia saat bersama ayah dulu, hanya kekosongan dan kehampaan yang ku rasa.

    Tetes-tetes gerimis itu kini aku ciptakan sendiri melalui mataku bernamakan tangisan.

dadaku sakit, nafasku tersenggal. apa ini yang dinamakan rindu? iya, rindu yang perlahan membunuh. harus berapa kali lagi aku utarakan. aku sekarat, sekarat karena rindu yang tak pernah tergapai.
sekarat yang berkepanjangan. aku benar-benar merasa tersiksa.

Aku belum bisa berdiri seutuhnya tanpa ayah. aku bahkan lupa tujuan awal hidupku ini apa. aku sedang berusaha memberikan yang terbaik memperbaiki puing-puing yang terlanjur retak tapi nihil. cahayaku semakin redup mereka tak bisa melihatku, sinarku telah tenggelam di telan gulita malam. aku belum benar-benar siap melihat kenyataan, melihat masa depan tanpa sosokmu.

"Kalau kamu udah jadi sarjana, ayah bakalan duduk paling depan buat kasih tepuk tangan paling kencang terus teriak 'itu anak saya'"

itu hanya kata yang perlahan terhapus oleh waktu, bahkan untuk menemaniku melihat hujan saja ayah sudah tidak bisa.
aku tak butuh sosok pengganti ayah, karena pada kenyataan nya posisi ayah tidak akan pernah tergantikan dalam hatiku. tapi aku butuh teman yang bersedia menemaniku menikmati hujan.
Tolong sampaikan pada malaikat hujan ya ayah, katakan padanya jangan turunkan hujan saat aku sendiri. aku butuh teman. aku belum sepenuhnya siap menikmati hujan seorang diri.






 

Rabu, 14 November 2012

Malaikat Hujanku


"Kadang aku pengen ada malaikat hujan yang bisa temenin aku saat aku nikmatin tetes-tetes gerimis anugrah tuhan itu.."

Gadis itu Matanya selalu berbinar-binar jika dia berbicara tentang hujan, aku ikut mengangguk saja saat dia berbicara seperti itu. kadang aku tak mengerti apa yang ia ungkapkan, dia terlalu bahagia, terlalu asik dengan dunia nya sendiri. hujan. hanya karena itu. apa istimewanya dari air-air yang jatuh dari langit itu?
kali ini dia mengangkat telapak tangan nya ke atas seakan akan menangkap semua titik-titik hujan itu, matanya terpejam lalu tersenyum.
"Coba rasain deh, ini nih yang namanya bahagia. sesederhana ini." ucapnya sambil terus menari-nari menangkap hujan. aku mendecak, kenapa sebodoh itu. dia tidak tau dia juga bisa sakit karena ini.
"mau tetep disitu aja? gak akan temenin aku?" teriaknya, suaranya makin tersapu oleh hujan yang semakin deras.
"Aku benci hujan." jawabku. dia berhenti menari, menyapu wajahnya dari air hujan lalu menatapku.
"atas dasar apa kamu membenci hujan?"
"kalo hujan nya deras banget kaya gini apa masih dianggap indah? ditambah lagi jika ada petir dan guntur. apa kamu masih memuja-muja hujan? bodoh!"
"semuanya itu harus ada resikonya, kalo aku suka hujan aku juga harus suka petir. manis pahitnya harus diterima dong, jangan banyak nuntut. itu anugrah tuhan."
"bukan alasan, aku tetep benci hujan." kataku bersi kukuh, gadis kecil ini malah tersenyum dan menatapku dengan tatapan jahil. aku mengkerutkan keningku. "apa?" tanyaku aneh. dia tak menjawab malah langsung menarikku keluar dari tempat yang sengaja kujadikan untuk menghindari hujan. ya, aku bersembunyi tapi dia malah menyambutnya. sampai disini aku masih tetap saja belum mengerti apa yang ada di pikiran nya.
 "tutup mata kamu."
"buat apa?"
 "cepet tutup aja! rasain hujan ini turun menembus ubun-ubun kamu membasahi otak kamu."
"kok ngeri ya?" jawabku sambil sedikit terkekeh, dia malah merengek dan menghentakan kakinya ke genangan air hingga air nya mengenai celana putihku.
  "rasain tetes-tetes hujan yang kamu rasain saat ini adalah anugrah tuhan yang terakhir kali kamu bisa kamu rasain, semua beban hilang saat ini juga tersapu oleh hujan." katanya. aku langsung mengintip nya lewat celah mataku, dia merentangkan tangan nya lalu tersenyum. lagi dan lagi, dia selalu mengukir senyum jika hujan turun.
"rasain jiwa kamu terangkat ke atas, menembus awan putih. itu tuh sebenernya kapas yang empuk banget. jadi gak usah takut bakal ada perjalanan yang indah.. kita bisa transit dulu di awan-awan itu. menyapa malaikat hujan yang sedang bekerja." semua ucapan nya terdengar seperti bocah umur 8 tahun, tapi nyatanya gadis ini sudah 16th. aku mengikuti apa yang dia lakukan, merentangkan tanganku lalu memejamkan mata dan menengadahkan wajahku ke atas. sesekali aku menatapnya yang masih saja tersenyum-tersenyum kecil. "kayanya kita harus balik ke rumah sakit deh, rainy."
dia menatapku, senyumnya seketika hilang.
"jangan ingatkan aku tentang itu."
  "aku ini perawat kamu jadi aku harus ingetin." kataku memperjelas
"aku takut gak bisa rasain hujan lagi , aku takut ini hujan terakhir yang bisa aku tangkap." aku menatapnya tak berkedip saat dia berbicara seperti itu, entah lah, ini bukan tentang aku perawat dan dia pasien. ini tentang aku pria dan dia wanita. aku mulai merasakan nya, saat menemaninya setiap saat bahkan aku menemaninya melarikan diri dari rumah sakit hanya untuk merasakan hujan seperti saat ini. seharusnya aku melarangnya tapi aku tak pernah tega membiarkan senyum nya hilang. aku hanya ingin membuat hari-hari nya bahagia..

***
itu tiga bulan yang lalu, mungkin sekarang kamu telah ada di antara tumpukan awan-awan putih itu menjadi malaikat hujan. aku juga mulai mencintai hujan, iya itu karena kamu malaikat hujan yang ku kenal. tapi... apa malaikat tidak akan lagi merasakan apa itu cinta? apa aku boleh mencintai malaikat hujan? ah sudah lah lupakan. selamat jalan rainy. ada pasien lain yang harus aku temani lagi. nikmati peran mu sebagai malaikat hujan. aku akan selalu melihat langit saat hujan turun, berharap ada wajah kamu dari antara gumpalan awan itu lalu mengagetkanku. seperti kebiasaan mu. ah .. lagi lagi aku tak bisa berhenti berbicara, apa ini karena aku terlalu merindukanmu? atau karena perasaan yang tak pernah sempat aku utarakan? 





Minggu, 11 November 2012

Intinya.. aku berharap kita tidak hanya (sekedar) sahabat


"Rio.. Lo bisa kesini?... iya cafe biasa.. temenin aja si gue lagi nulis.. pengen ngobrol aja.. oke gue tunggu ya.."

***
"Kenapa tuh pipi? gara-gara dia lagi?"
"eh lo dateng juga duduk yo.."
"jawab dulu itu pipi kenapa? dia lagi kan?"
wanita itu menarik nafas panjang, mengangguk lalu tersenyum. "gak apa-apa kok, cuma kaya gini doang." jawabnya.
"mau sampai kapan lo kaya gini, terus."

"Sampai dia sadar bahwa gue emang bener-bener tulus mencintai dia." jawab nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar lcd berpancarkan radiasi itu.

"tapi lo gak harus ngorbanin diri lo sampai sejauh ini, cinta itu saling, Melody. gak cuma lo yang rasa. naif lo

"Iya gue sadar, gue emang naif. tapi perasaan gue buat dia gak sesederhana yang lo pikir rio."

"Percaya sama gue, dia bukan cowo yang baik buat lo. dia gak pernah berusaha peduli sama lo bahkan cuma buat ngertiin aja dia gak bisa. apa itu yang lo sebut cinta? hubungan macam apa yang lo jalani selama ini?"

melody menghentikan jari-jarinya yang sedang menari di papan keyboard itu, matanya menatap tajam pada rio, sahabatnya sejak lama.
"kok lo jadi nyolot gitu sih yo? gue cuma berusaha bertahan. dia itu cinta pertama gue, gue gak mau gagal."

"cinta pertama gak mesti harus jadi yang terakhir. kadang lo harus ketemu orang yang salah dulu sebelum lo ketemu sama orang yang bener-bener dikirim tuhan buat lo. setiap orang pasti ngerasain gagal dulu, jangan muna deh lo..."

"gue sayang sama dia rio."

"tapi dia gak sayang sama lo."

"tau dari mana lo kalo dia gak sayang sama gue?"

"gue ini cowo melody. gue tau, tatapan nya sikap nya ke elo gak mencerminkan bahwa dia sayang sama lo. perlakuan dia juga kasar sama lo, orang yang sayang sama lo gak akan pernah tega nyakitin lo."

"cukup rio! kenapa sih lo? gue gak mau denger cercaan lo buat dia meski gimana pun dia cowo gue."

"Ini fakta melody. elo sebenernya gak butuh cinta yang semu kaya dia, cinta yang buat lo tersiksa kaya gini."

"gue duluan." melody beranjak dari tempat duduk nya, merapikan semua barang-barang nya.

"Tunggu." rio menahan lengan melody.  "gue mau tau, seberapa penting dia buat lo? kalo lo di kasih pilihan, lo pilih tinggalin dia yang terus nyakitin lo atau gue sahabat lo yang bisa cintain lo lebih baik dari dia?"

"maksud lo apa sih?"

"lo pilih dia atau gue?"

"RIO?"

"kenapa? lo kaget tau gue cinta sama lo. ya, gue sayang sama lo dari dulu, tapi ini cinta, perasaan yang lebih dari sekedar sahabat."

Melody bergeming, lututnya mulai tersa lemas mendengar pernyataan langsung dari rio tentang perasaan yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

"lo pikir buat apa tiap hari gue ceramahin elo. gue peduli sama lo, gue pengen yang terbaik buat lo, sebenernya gue bisa aja sih relain lo sama dia. tapi nyatanya apa? dia cuma bisa nyakitin lo melody. lo lupa dia pernah nendang lo? pipi lo ini belum seberapa dia bisa aja nyakitin lo lebih dari ini."

"Rio please berhenti.." tetes-tetes gerimis bernamakan air mata itu perlahan jatuh perlahan dari mata bening melody.

"lo tau kan kemana harus cari gue? sekarang lo jalani hubungan lo sama dia, sekuat apa lo bertahan. tapi saat lo udah bener-bener cape. dateng ke gue, gue bakal tetep nyambut lo melody kapanpun itu."

"gue gak ngerti sama lo."

"gak perlu, lo gak perlu ngertiin gue. ngertiin dulu kata hati lo sebelum lo mencoba mengerti orang lain. sekarang gue pergi, jaga baik-baik diri lo ya."

"kemana? tapi lo bakal balik kan?"

"tentu gue bakal dateng disaat lo bener-bener butuhin gue." rio mengecup kening melody, dia tersenyum menahan sesak. entah kenapa dia bisa mengeluarkan segala perasaan nya saat itu. moment yang benar-benar tak pernah ia duga. "udah ah, hapus air mata lo. janji sama gue, selama gue gak ada disamping lo. lo gak akan libatin air mata.."

"Gue janji.."


-Melody-

Minggu, 04 November 2012

Pria dalam Khayalku..



Kamu apa kabar? merasa ada yang aneh tidak akhir-akhir ini?
kalau jawaban mu iya berarti secara tidak sadar kau menyadari tatapanku.
ah..  aku juga merindukanmu lebih tepatnya merindukan kebiasaan ku, ya kebiasaanku memperhatikanmu dari jauh menikmati senyumanmu dari sudut yang sulit kau jamah.
aku terlalu pengecut untuk menyapamu walaupun sudah hampir satu tahun kita dipertemukan dalam kumpulan orang yang mereka sebut kelas itu, bagi ku pertemuan kita adalah takdir dan bukan kebetulan karena yang namanya kebetulan itu sebenarnya tidak ada. lalu apakah takdir itu berpihak padaku? ah kalau soal itu aku tidak tau, itu bukan kuasa ku.
kurasa aku tidak usah menyebutkan namaku lagi, kamu pasti tau siapa aku diantara 39 orang dikelas aku duduk paling belakang, iyaa... kau pasti menemukan jawaban nya kan? pasti ada nama yang melintas di otakmu. iya benar yang kau pikirkan itu memang aku.

jangan berpikir bahwa aku ini wanita agresif eh tapi terserah apa persepsi mu tentang aku yang aku tau, aku hanya menyimpan kekaguman lebih pada mu.

sebenarnya aku tau kabar mu, kurasa kau sehat wajah mu tidak pernah terlihat pucat.
tapi.. ini memang salam perpisahan. perpisahan dalam persepsiku. setelah berpikir panjang aku tak butuh sosok yang hanya bisa ku khayalkan seperti dirimu, sosok yang hanya bisa ku tatap tanpa mau balas menatapku . aku butuh sosok nyata, sosok yang dapat memperhatikanku seperti layaknya aku memperhatikanmu.

perlahan aku menghapus segala khayal tentang mu, aku berhenti berandai-andai tentang dirimu.
tenang saja, kau tak akan merasa kehilanganku. yang memperhatikanmu bukan aku saja masih ada wanita lain yang memperhatikanmu.
kenapa aku tau? 
kau tau posisi duduk ku paling belakang kan? selain bisa memperhatikanmu aku juga bisa melihat siapa lagi yang memperhatikanmu. ternyata bukan hanya aku, masih ada beberapa wanita yang menyimpan perhatian lebih padamu. ya, beberapa itu artinya bukan hanya satu atau dua. kurasa wajar, sosok mu memang begitu karismatik.
tapi aku putuskan untuk mundur saja, aku merasa lelah sejak dulu aku selalu diam tidak bisa mundur ataupun maju. sekarang aku putuskan saja, aku mundur. aku menyerah ;)

dan untukmu, sebaiknya cepat-cepat pilih diantara mereka agar aku punya alasan kuat untuk tidak menaruh harap terhadapmu lagi. Untuk mu pria berkemeja putih yang kutemui sore tadi.



Senin, 01 Oktober 2012

sudut kehidupan, bukan hanya realitas.



         entah apa, ada sesuatu yang tidak bisa kuungkapkan dengan kata. Ada perih yang telah tertanam dalam jiwa ku. cukup lama.
aku masih bisa tersenyum bahkan tertawa. Aku bisa melakukan semua itu..tapi jika semua itu sebatas topeng. Bolehkah?

aku hanya tidak ingin terlihat seperti orang yang lemah dan hilang arah. Aku ingin mereka melihat ku seperti aku yang dulu. Tertawa...periang... TANPA TOPENG!
dan aku berhasil. Aku bisa melakukan nya. aku terlihat seperti orang paling tolol sedunia. Setiap hari aku melakukan sandiwara dengan senyum palsu yang tersungging di bibirku. jiwa ku telah hilang. Ini bukan jiwa ku. jiwa ku telah kosong. Aku bukan orang yang peka lagi, aku bukan orang yang mudah menangis dimana saja, aku berubah menjadi si egois dan si batu.

Kau tau sebenarnya aku ingin marah..aku ingin menangis. Tapi tidak bisa! Aku ingin mencabik-cabik dan mencakar. Ya, aku ingin menantang amarah takdir. Kau pikir dia marah? Tidak. Takdir berusaha setenang mungkin dia hanya menjalankan tugas nya.
aku tidak bisa melakukan nya. bukan karna aku tidak bisa marah atau aku tidak bisa menangis karna air mata ku habis. Tidak. Bukan itu!! pada kenyataan nya air mata manusia itu tidak akan pernah ada habisnya tapi... ah entah lah.

percuma. Tidak  ada yang menyediakan bahu nya untuk ku. tidak ada yang menyediakan telinganya untuk mendengarku. 
apa aku terlihat seperti bocah yang merengek-rengek minta diperhatikan? Idiot! Aku hanya merindukan sosok seorang ayah. itu saja. Aku tak butuh pria yang so menjadi pahlawan kesiangan di tengah gelap.  memberi perhatian lebih atau menjadi sosok paling dibutuhkan. Cih!

Aku heran saja, aku hanya mengatakan bahwa aku selalu melewati malam yang sulit. Malam ku seperti sudah menjadi waktu pemutaran masa lalu, otak ku seperti diperintahkan secara otomatis untuk memutar kenangan-kenangan indah tapi membuatku sakit. Dan jika kau bilang itu berlebihan atau bilang aku so mencari perhatian dengan menjadi sosok yang terlihat sangat lemah dan malang. Demi apapun aku membencimu. Kau bisa mengatakan ini berlebihan sekarang. Saat kau belum merasakan apa yang kurasakan saat kau belum mengalami apa yang telah ku alami.
jangan so paling mempunyai banyak pengalaman. Usia kita tak jauh berbeda, kau memang terlihat dewasa tapi hati mu tak lebih dari bocah umur lima tahun.

Nb: jangan terlalu dianggap tulisan ini. cuma iseng tengah malam, belajar nulis satu tulisan dengan tema sama tujuan nya lebih dari satu orang. tidak menyindir siapapun kok;)


Rabu, 22 Agustus 2012

cinta itu... logis?



Pertama yang terlintas di pikiran ku, mengapa aku bisa menyukai mu? bukan. lebih tepatnya aku menyayangimu bukan hanya menyukaimu.

menatap senyum mu adalah bahagiaku, aku senang melihat senyum dan tawa mu. meskipun bukan aku yang membuatmu tertawa dan tersenyum. :")
   kadang aku berpikir, apa kamu masih saja tidak menyadari kehadiranku?
 memang aku tak pernah langsung hadir di kehidupan nyatamu. tapi aku mengenalmu lebih dari mereka mengenalmu, aku tau cara mu membetulkan kacamata minus mu, aku tau kamu tak suka keju. sama seperti ku, aku tau kamu itu alergi udang, aku tau buku-buku tebal mu itu tak pernah lepas dari genggaman mu.  dan aku sangat mengenalmu sementara kamu tidak.

kenapa kamu masih tidak menyadarinya? ada sepasang mata yang terus mengintaimu dengan penuh ambisi. aku!
ini aku yang bodoh atau kamu yang idiot?
aku menyukaimu dari sudut pandang ku. kamu memang penuh karismatik. saat aku pertama melihatmu dan semenit kemudian aku menyukai mu dan beralih menyayangimu.

dan aku bisa jatuh cinta dengan cara sesederhana itu. tapi mungkin cinta ku tak sederhana karna kamu yang membuatnya rumit. aku memang mencintai mu tapi entah kenapa aku tak punya alasan kenapa aku bisa mencintaimu secepat itu. tapi bukankah cinta itu tak beralasan? cinta tak butuh alasan. sehingga nanti tak ada alasan untuk meninggalkan cinta.
ah ternyata benar, memang aku yang bodoh. lihatlah belum ada tatap dan ucap aku sudah mencintaimu

Untuk mu pria berkacamata yang selalu memangku buku.
dari aku pengagumu yang benar-benar pengecut.







Jumat, 20 Juli 2012

aku memulainya...

Allahuakbar.....
 Marhaban ya Ramadhan
aku tak pernah menyadari begitu cepatnya waktu berputar, ternyata benar bukan kita yang mengejar-ngejar waktu tapi waktu mengejar-ngejar kita.

tak terasa aku bertemu lagi dengan bulan penuh berkah ini. seluruh umat islam menyambut bulan suci ini dengan euporia yang berbeda-beda. aku pun sama, namun tahun ini tahun yang cukup berat untuk ku. ramadhan pertama tanpa sosok ayah.ada kebiasaan yang berbeda dan itu semua dimulai tahun ini. ziarah atau nadran orang-orang menyebutnya seperti itu. ini kali pertama aku melakukan nya ke pusara ayah.. sudah banyak air mata yang keluar dari mata ku sampai mata ku bengkak untungnya tak berlangsung lama.
aku sedih yah, aku tak pernah membayangkan dan mengira bahwa tahun lalu adalah tahun terakhir ayah bisa merasakan indahnya bulan ramadhan..semoga sebulan ini aku berhasil menjadi sosok yang kuat dan tegar dan tak egois. tapi tunggu, memang nya ada orang yang benar-benar tegar? bukan kah mereka hanya berpura-pura agar terlihat tegar? entahlah yang pasti aku akan mencobanya dan memulainya demi ayah..

Rabu, 27 Juni 2012

Sepi teman terbaik ku..

Malam ini tak seperti biasanya.

Masih tetap dengan aku yang berjam-jam setia menatap layar datar berpancarkan cahaya yang bernamakan monitor. tangan ku kelu. aku ingin menulis, melanjutkan cerita fiksiku. aku ingin pergi ke dunia-ku dimana hanya ada aku. dan huruf-huruf absurd yang sesuka hati ku aku susun. tapi kali ini berbeda, tengkuk ku sakit. kepala ku tak sanggup menopang dengan sempurna. pikiran ku melayang entah kemana. bagaimana bisa aku menulis, jika otak dan pikiran ku tidak ada disini.

apa ini karna kamu? karna dia? atau karna mereka?
mereka. mereka yang mencoba mengenyahkan imajinasi yang sengaja telah ku susun sesempurna mungkin, mereka yang membuat pikiran ku seperti alam kabut. aku benci. benci mereka.

aku hanya ingin merasakan bagaimana hidup. aku ingin dominasi semua warna dihidupku. tapi bagaimana mungkin bisa aku lakukan jika hanya aku yang ada disini. sendirian. mungkin kesepian memang teman terbaik ku.
entahlah, rasa sakit dan kehilangan. tiba-tiba datang begitu saja ketika satu lagu ini terputar otomatis dari ponselku. semua ini membuatku sakit.

sial! ini lagu kesukaan ayah. mengapa belum aku hapus?

pantaskah aku berkata seperti itu? aku hanya ingin hidupku kembali normal sama hal nya saat ayah masih disini. aku tak mau merasakan kehilangan yang membuat dada ku sesak dan mataku bengkak. aku tak mau merasakan nya. karna aku selalu sendiri. aku selalu sendiri di rumah. ketika kesendirian ku sedang ku nikmati mengapa perasaan itu selalu mengganggu ku. dia berhasil membuat ku menjerit dan meronta seperti orang gila di kamarku sendiri.

aku tak ingin merasakan yang nama nya kehilangan. biarlah perasaan ku ini hambar. agar aku tak dapat merasakan apapun. aku tak ingin merasakan sepi .biarkan bantal ku yang basah. mungkin hanya dia yang tau apa yang sedang berkecamuk dihatiku.

Yang telah pergi tak akan pernah kembali.
karna tujuan datang itu untuk pergi!

Jumat, 15 Juni 2012

"ketika semua nya........."


ketika semua nya kembali berjalan normal.........

ketika tangisan tak menjadi sebab bantal dan guling ku basah
ketika senyuman tersungging ikhlas dari bibirku.
ketika aku sempat lupa aku punya luka. pedih. sangat pedih!

ketika aku mengingat kembali tahun tahun berharga ku bersama ayah
ketika aku ingat kembali detik-detik kepergian ayah.

seketika itu pula air mataku tak henti-henti nya keluar dari pelupuk mataku
aku tak setegar yang mereka bayangkan ayah, keseharianku belakangan ini. dirumah dan sendirian.
kau tau? ini sangat menyiksa. sakit rasanya. kau bisa merasakan nya?

menangis diam-diam ketika semua orang bergelut dengan urusan masing-masing.
ketika semua orang mempunyai hidup yang menarik dengan keluarga utuh nya. aku hanya memandang mu lewat foto besar itu.
yah, lihat anakmu sekarang! lihat keadaan ku lihat senyum palsuku. lihat yah. LIHAT!

aku tak mau dikasihani oleh mereka. aku hanya ingin ayah. ingin ayah memeluk ku memeluk jiwa ku yang rapuh. ayah bisa? ayah masih bisa?

dan ketika takdir meneriakan ku akan kenyataan. dia mempertegas INI TAKDIR! INI TAKDIR!
takdir? kata bodoh macam apa itu. yang ku tau kehendak tuhan! sama saja? aku tak peduli.

ayah, aku tak tau akan melewati malam ini seperti apa. setelah aku menulis ini dan membiarkan air mata membanjiri pipi ku. setelah mata ku terasa sangat berat. setelah tenggorokan ku terasa amat kering. aku tak tau malam ini akan menjadi seperti apa..


aku hanya merindukan mu yah, rindu kecupan kening mu. hanya itu :'




*dari aku yang tak henti-henti nya membuat bantal basah sepanjang malam.


Jumat, 08 Juni 2012

"Menulis Dapat Mengembalikan Nyawa"

sekilas judul postingan ini dongkol banget! masa nyawa bisa dikembaliin[?] nah maka dari itu. improvisasi dikit sah-sah aja kan. yegak ? ;D


Berasa gak sih kalo dengan nulis bisa ngembaliin nyawa lo? dalam artian mungkin.semangat dan mood lo itu bisa lo dapetin lagi setiap nulis?
kalo jawaban lo iya Great! gue juga sama. entah lah dengan nulis gue lupa sama dunia dan masalah yang lagi gue hadepin. inget bukan nulis pager-pageran atau nulis anka nol besar dan nol kecil di buku tulis. plisss._. bukan itu maksud gue!

dan ini cukup agak gila! sebelum nulis ini atau tepatnya sore ini mood gue itu ancur se ancur ancurnya kalo di ibaratin kaya perahu kertas yang udah kena aer. basah. ancur kan? nah bisa digambarin seperti itulah mood gue sore ini. nangis iya gue nyungkur ke bantal sampe bantal gue basah. untung nya sekarang udah kering jadi udah bisa dipake tidur :')
gue gak bisa ceritain gimana masalah dan beban yang lagi gue hadepin sekarang. yang pasti bukan cowo bukan cinta! ini tentang masa depan gue sama keluarga gue. satu orang pun gak akan ada yang ngerti gimana gue sekarang. termasuk temen deket gue! sebenernya gue cerita apapun ke mereka. tapi rasa nya beban gue gak cuma itu. semuanya gak bisa dan susah banget diungkapin pake kata-kata. dramatisir? WHATEVER! yang pasti gue dan tuhan yang tau apa yang lagi gue hadepin! dan perubahan buruk gue adalah gue jadi makin cengeng melancolis banget. tuhannnn malu gue sebenernya tapi mau gimana lagi orang gue sedih. ya nangis!


dan jeng jenggggggg... dengan inisiatif otak gue yang dangkal setengah dongkol. gue mutusin nulis. nulis apa? JD! kaya semacam cerpen gitu lah~ dongkol! sebenernya sih tulisan yang dihasilkan gak begitu bagus. tapi aneh. gue merasa punya dunia gue sendiri setelah berdiam dan tak bergeming. tangan gue lincah dan nari-nari gitu diatas keyboard kaya yang gak bisa berenti. dan gue senyum-senyum sendiri gitu ngebayangin gue jadi tokoh yang lagi gue tulis. asli asik! dan setelah nulis JD gue hijrah ke blog kesayangan gue ini. gak cuma JD pas nulis ini juga gue nyengir nyengir mangap-mangap kuda gitu. asli kenapa tulisan yang ini ancur banget kata-kata nya. jauh dari kata formal! tapi bodo amat!


mau tulisan jelek atau bagus. tapi jika emosi perasaan dan jiwa kita memang ada disitu. maka terus kerjakan. jangan denger kata orang lain yang ngejelekin lo! yang penting lo udah temuin nyawa lo disini. dibidang ini! :)


KEEP TRYING! Berani cari nyawa lo sendiri? cepet cari potensi lo. terus lo perdalam!
You're the best guysssss ;)


#BigHug :*


 

Senin, 04 Juni 2012

"Ketika Rindu Menggerogoti Diriku"

Postingan ini akan terlihat romantis bila di tunjukan oleh kekasih.
tapi sayang nya ini lebih romantis dari itu, ini untuk ayah. lagi lagi untuk nya. aku tidak tau kapan aku bisa berhenti menulis tentang nya. setidaknya dengan menulis membuat ku lebih baik :)


ayah tau ketika rindu meronta-ronta dalam hati anak mu ini? ini begitu menyiksa yah, sangat menyiksa.
aku tak tau apalagi yang ingin aku tulis setelah beberapa artikel yang telah aku muat tentangmu. sesungguhnya aku telah kehabisan kata. tapi kurasa tidak dengan rinduku. rinduku sepertinya tak akan pernah habis dan terus bergejolak.

Sekarang anakmu menjadi sangat-sangat cengeng dan mendadak melancolis. aku tak sanggup berbicara lebih dalam tentang mu dengan siapapun apalagi mama. seakan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mataku akan tumpah dan membanjiri wajahku. aku tidak sanggup berkata 'mah kangen bapa' sama siapapun gak akan sanggup. mama yang aku tau setiap habis sholat dia berdzikir sambil menangis kupikir dia juga merindukan mu. tapi dia pun sama dia tidak berani mengungkapkan 'mamah kangen sama bapa mu' pada aku anaknya! 

'Si Yatim' 
apakah itu terdengar seperti lelucon yang lucu? tidak sama sekali! kenapa tetangga ku sedikit agak gila dengan memanggil kami dengan sebutan itu aku benci! aku sangat ingin mendaratkan tinjuku di wajah nya itu. aku sangat ingin mengadu kepada mu ayah, lihatlah mereka memperlakukan kami? aku benci ketika mereka mengolok-ngoloku dengan sebutan itu. kita itu keluarga bahagia, keluarga harmonis lebih baik dari mereka. intensitas komunikasi jauh lebih baik dan lebih dekat di bandingkan mereka. iya kan yah? setidaknya itu terjadi saat kau masih duduk di sofa ruang tamu. dan mengeluarkan lelucon yang tak masuk akal itu. Ayah rinduku terus menggerogoti diri ku. aku tersiksa yah sangatttttttttttt !

aku tau ini memang takdir. tapi tidak bisakah takdir sedikit berbuat adil untuk ku ? 
setidanya sampai ia melihat cucu-cucu nya. omong kosong! melihat aku lulus SMP saja dia sudah tidak bisa. ini tidak adil apalagi untuk adik ku yang masih duduk di sekolah dasar.
kupikir mereka -teman-temanku- adalah orang yang sangat beruntung karna sampai saat ini ada ayah dan ibu nya. tapi aku? aku hanya mempunyai ibu. tapi aku tidak pernah berpikir aku adalah orang yang paling malang di dunia, masih banyak anak yang lebih tidak beruntung dari padaku. dan kupikir aku harus berterima kasih kepada takdir dan tuhan. karna mereka bilang tuhan punya rencana lain melalui takdirnya. aku harap itu benar. tentunya rencana itu akan baik menurut tuhan. baik akan aku tunggu sampai kapan-pun akan ku tagih janji tuhan itu :')





Dari anak mu yang mengejek cara kerja takdir :')

Sabtu, 02 Juni 2012

Ayah, aku LULUS!

 "Pa, taun depan yang ngambil kelulusan biar mama aja ya. jangan bapa mulu bosen.."
"Iya teh suruh libur aja lagian bapa juga capek yey .."
"Hehe"


 dan ternyata percakapan di atas memang terjadi! yap kelulusan emang di bawa sama mamah. tapi maksud uan bapa gak usah pergi juga kali,

 berasa gak sih hari ini pada euporia gara-gara kelulusan anak-anak SMP. well siapa sih yang gak bahagia. gue juga kali :'D
Wulandari septiani dinyatakan LULUS ! seneng nya itu kaya dibawa keluar angkasa. pengen banget bilang 'pak, anak mu lulus' entar deh ya uan ke makam bapa :')
pas kelulusan SD uan dapet ciuman double dari mama sama bapa. sekarang? hhhhhh
dengan nem  yang gak diatas dan gak dibawah bisa di bilang bangga kali yah. bersyukur allhamdullilah *sujud-sujud* selamet juga buat temen-temen yang nem nya diatas gue.Congrats. kalian The best . dan juga gak ngeJudge temen yang nem nya di bawah gue. kalian tetep yang terbaik. Ini belum sampai puncak. masih sangat panjang perjalanan kita guys :')

dan aaaaaaa pengen nangissss :'3 uan kangen bapaaaa ..
Lagi lagi dan lagi!  dan seterusnya bakal kaya gitu. pengen banget dengar bapa bilang "Anak nya siapa dulu dong.." pas dia lagi bangga sama uan pasti bilang nya gitu. iyaa pak siapa dulu dong ayah nya. :')
dan jangan khawatir pak, uan gak akan merasa puas! kaya apa kata bapa. I MISS YOU, PAK.








Rabu, 23 Mei 2012

"Aku penghuni hati mu"


"apa aku masih bisa jadi penghuni di hatimu ?" seorang wanita terlihat kelu
"apa aku bisa menyingkirkanmu dari hatiku?" si pria malah balik bertanya. mereka berdua tengah berada di salah satu tempat pemberentian bus. gemericik hujan mulai menunjukan wujud nya.bus yang di tunggu untung nya belum datang. memang si wanita harapkan atau bahkan jangan datang sama sekali.
"asal kamu masih bisa menjaga hati kamu, aku gak akan pernah nyingkirin kamu dihati aku." pria itu hanya menatap lurus kedepan. wanita itu menitikan air matanya di balik punggung pria nya. sebenarnya si pria tau bahwa kekasihnya ini sedang menangis tapi dia tak mau membuat suasana pilu ini semakin menjadi. si pria membalikan badan nya.
"aku hanya pergi tiga tahun, dan sesekali aku bisa mengunjungimu. aku tak mau kau menangis seperti itu.jangan cengeng" si pria berusaha se tegar mungkin. dalam persepsinya. dia pergi hanya sebentar.
"Aku tidak cengeng, jaga baik-baik dirimu ya. jangan lupa makan. oh ya mungkin disana akan sedikit lebih dingin.jangan lupa pakai kaus kaki mu saat hendak tidur" si wanita menghapus air mata dari pelipis mata nya. dia tahu bahwa kekasihnya tak suka kalau ia cengeng. si pria hanya mengangguk-ngangguk dan tersenyum "terimakasih" batin nya.
'Kenapa bus nya datang sih' si wanita mengumpat dalam hati.
"Tuh bus nya datang, aku pergi yaa" si pria mengecup sebentar kening kekasihnya. amarah si wanita semakin memburu tanpa pikir panjang ia memeluk erat dada bidang kekasihnya itu.
"kamu boleh kok, cari wanita yang cantik dari aku disana" wanita itu berkata sembari membenahi kerah kekasihnya.
"Aku memang tak banyak bicara. tapi asal kamu tau hatiku menjerit-jerit menerima kenyataan kalau ia harus meninggalkan penghuninya. kalau ada niat aku akan mencari wanita cantik yang lebih dari pada mu. tapi itu tak semudah membalikan telapak tangan . setelah pulang dari sana aku kan melamarmu. ingat apa yang ku katakan. jaga hati mu baik-baik. aku tidak mau sepulang aku dari sana. hati mu hambar dan tidak mau jadi penghuni lagi di hati ku."

"Hati ini akan terus menjadi penghuni di hati mu" singkat tapi meyakinkan satu hal.

akhirnya si pria pergi. dari balik kaca jendela bus. si pria melambai-lambaikan tangan nya.
"aku mohon. aku masih mau menjadi tempat berteduh hatimu. jangan lupakan aku"






Fiksi Story : )
#Much Love

Sabtu, 19 Mei 2012

Tuhan, Ayah ku sudah sampai ?

Tuhan. ayah ku bilang dia akan pergi jauh dengan perjalanan yang sangat panjang. benarkah itu?
kalau itu benar aku ingin menitip pesan dan beberapa permintaan kepadamu. bolehkah? ku harap boleh.

dengan perjalanan yang sangat jauh pasti dia sangat sangat haus. tolong berikan dia minum ya tuhan. aku tau beliau itu cepat haus dan dehidrasi. kalau boleh kasih saja dia air dingin yang menyegarkan pasti dia suka.
 oh ya tuhan. hari ini kan tepat tanggal 20 Mei . dia tau kan sekarang adik ku sedang berulang tahun. dan tadi malam ia sempat melakukan ritual seperti biasa. seperti meniup lilin dan memotong kue.
 ku lihat raut wajah nya berbahagia walaupun begitu aku tau ada sebongkah pilu yang tertahan di hati nya. mungkin beberapa pertanyaan sempat menggentayangi pikirannya.
kenapa ayah tidak memimpin do'a seperti biasanya ?
kenapa ayah tidak mencium pipiku seperti biasanya ?
kenapa ayah tidak memberiku hadiah seperti biasanya ?
mungkin beberapa pertanyaan itu yang keluar di pikiran nya. aku tau itu pasti sangat-sangat sakit. tapi aku tak mau membuat momment bahagianya hancur begitu saja. aku berhasil membuatnya tersenyum ketika ia berusaha membuka hadiah kecil yang baru saja ku berikan. dia sangat senang dengan pemberian ku. tadi nya aku tidak ada niat untuk memberinya hadiah. seperti tahun-tahun yang lalu aku mungkin hanya memberi nya barang yang tidak terlalu spesial. dan ayah selalu memberikan hadiah apa yang adik ku inginkan. tapi mungkin kali ini ayah lupa dan bilang akan pergi jauh jadi biar aku saja yang menggantikan nya ya . :')

Tuhan, beberapa pesan lagi boleh kan ?
katakan saja padanya. anak mu yang satu ini amat sangat merindukannya. aku bosan jika hanya menatap foto besar yang ada di ruang tamu ku. aku ingin sosok asli ayah ku. tapi kurasa permintaan ku yang satu ini terlalu muluk-muluk ya, ? maaf aku memang seperti itu. keinginan ku selalu saja muluk-muluk aku sering merengek manja kepada ayah ku dari dulu, jadi ini memang kebiasaan ku. 
tapi kali ini aku di tuntut untuk bersikap dewasa. oke aku akan berusaha tuhan.
tapi janji ya? penuhi kebutuhan ayahku disana. aku belum sempat membahagiakan nya dengan uang ku. jadi mungkin aku gantikan dengan cara menyebut namanya dalam setiap do'a mudah-mudahan itu akan membahagiakan ayah ku.
oh iyaa, hampir saja lupa. disana ada gitar kan tuhan ? berikan saja padanya dia suka bernyanyi lepas dan sering bernyanyi bersamaku. mungkin disana ia bisa bernyanyi dengan bidadari atau malaikatmu atau siapa saja. yang penting jangan buat dia kesepian. :')


Tuhan, sebenarnya permintaan ku sangat banyak tapi aku malu. mungkin lain waktu aku menulisan lagi permintaanku yaa. aku yakin kau tau ..


:')