Minggu, 04 November 2012
Pria dalam Khayalku..
Kamu apa kabar? merasa ada yang aneh tidak akhir-akhir ini?
kalau jawaban mu iya berarti secara tidak sadar kau menyadari tatapanku.
ah.. aku juga merindukanmu lebih tepatnya merindukan kebiasaan ku, ya kebiasaanku memperhatikanmu dari jauh menikmati senyumanmu dari sudut yang sulit kau jamah.
aku terlalu pengecut untuk menyapamu walaupun sudah hampir satu tahun kita dipertemukan dalam kumpulan orang yang mereka sebut kelas itu, bagi ku pertemuan kita adalah takdir dan bukan kebetulan karena yang namanya kebetulan itu sebenarnya tidak ada. lalu apakah takdir itu berpihak padaku? ah kalau soal itu aku tidak tau, itu bukan kuasa ku.
kurasa aku tidak usah menyebutkan namaku lagi, kamu pasti tau siapa aku diantara 39 orang dikelas aku duduk paling belakang, iyaa... kau pasti menemukan jawaban nya kan? pasti ada nama yang melintas di otakmu. iya benar yang kau pikirkan itu memang aku.
jangan berpikir bahwa aku ini wanita agresif eh tapi terserah apa persepsi mu tentang aku yang aku tau, aku hanya menyimpan kekaguman lebih pada mu.
sebenarnya aku tau kabar mu, kurasa kau sehat wajah mu tidak pernah terlihat pucat.
tapi.. ini memang salam perpisahan. perpisahan dalam persepsiku. setelah berpikir panjang aku tak butuh sosok yang hanya bisa ku khayalkan seperti dirimu, sosok yang hanya bisa ku tatap tanpa mau balas menatapku . aku butuh sosok nyata, sosok yang dapat memperhatikanku seperti layaknya aku memperhatikanmu.
perlahan aku menghapus segala khayal tentang mu, aku berhenti berandai-andai tentang dirimu.
tenang saja, kau tak akan merasa kehilanganku. yang memperhatikanmu bukan aku saja masih ada wanita lain yang memperhatikanmu.
kenapa aku tau?
kau tau posisi duduk ku paling belakang kan? selain bisa memperhatikanmu aku juga bisa melihat siapa lagi yang memperhatikanmu. ternyata bukan hanya aku, masih ada beberapa wanita yang menyimpan perhatian lebih padamu. ya, beberapa itu artinya bukan hanya satu atau dua. kurasa wajar, sosok mu memang begitu karismatik.
tapi aku putuskan untuk mundur saja, aku merasa lelah sejak dulu aku selalu diam tidak bisa mundur ataupun maju. sekarang aku putuskan saja, aku mundur. aku menyerah ;)
dan untukmu, sebaiknya cepat-cepat pilih diantara mereka agar aku punya alasan kuat untuk tidak menaruh harap terhadapmu lagi. Untuk mu pria berkemeja putih yang kutemui sore tadi.