Selasa, 18 Juni 2013

Sekolah Impian

Jika bicara tentang sekolah dambaan pasti serempak semuanya bilang, sekolah dambaan itu yang dikelasnya ada AC nya, ada free wifi, infokus dan kantin yang banyak *eh, ya rata-rata lah semua bilang sekolah idaman siswa itu yang punya banyak fasilitas termasuk saya juga pasti mengharapkan seperti itu. tapi kembali lagi, apakah ada sekolah yang punya fasilitas segudang tanpa biaya selangit?
dilihat dari beberapa sisi sekolah itu mempunyai beberapa aspek penting yang sangat mendukung dalam kelangsungan berjalan nya kegiatan pendidikan di indonesia.

Tentang Guru
Guru atau staf pengajar merupakan suatu aspek yang sangat penting karena jika sekolah tanpa guru apa jadinya itu sekolah, loh yang namanya sekolah ya pasti ada guru lah mana mungkin enggak. tapi maksudnya guru yang seperti apa dulu? Guru itu bukan untuk ditakuti tapi selalu ada yang namanya guru killer, guru itu memang harus disegani tapi bukan untuk ditakuti, cara mengajar guru akan berpengaruh pada siswa itu sendiri. kita disini sedang bicara tentang guru dari sudut pandang siswa. jadi, guru itu harusnya gimana sih? relatif, tapi semua pasti bilang yang cara mengajar nya mudah di mengerti itu guru hebat. tapi bagaimana bisa ada guru yang mengajarnya sulit dimengerti ya, memang faktanya memang ada. kenapa? dari cara penyampaian guru itu sendiri, guru yang kurang komunikatif tentunya akan sulit sekali dipahami bisa-bisa muridnya bilang. "ngomong apa sih? gak ngerti." terus guru juga harus merangkap menjadi teman, jika salah ya dibantu, tapi kebanyakan kan jika siswa salah itu malah dihukum bukan dibantu untuk memperbaiki. oke tapi ini tidak sedang bicara dengan pelanggaran tata tertib disekolah ya, jika berbicara tentang itu memang seharusnya mendapatkan hukuman. kita bicara tentang KBM di kelas, saya tahu sekolah itu memang siswa yang mengikuti ritme guru bukan sebaliknya tapi apasalah nya sih untuk guru lebih dekat dengan siswa, toh jika siswa bisa menguasai materi guru juga akan merasa bangga. 

Tentang hubungan guru dan orang tua.
jika hubungan guru dan orang  tua baik maka akan tercipta keharmonisan, nah jadi sebenarnya penting gak sih hubungan guru dan orang tua itu? sederhana, pernah ada siswa yang pulang dari sekolah itu tidak pulang, dan orang tua siswa tersebut menyalahkan pihak sekolah tentu saja pihak sekolah tidak mau merasa di salahkan. jadi hubungan baik antara guru dan orang tua siswa itu memang sangat penting. guru dan orang tua siswa harus mempunyai komunikasi yang baik agar tidak terjadi salah paham, toh tujuan orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah kan agar anaknya dapat mencapai impian nya, tanpa ada nya guru impian itu mungkin tidak akan dapat terealisasikan, dan tanpa pengawasan dari orang tua semuanya itu hanya sia-sia. jadi peran orang tua dan guru itu sangat penting bagi siswa agar dapat mencapai impian nya. intinya harus ada komunikasi yang baik antara guru dan orang tua murid.

tentang tugas dan pekerjaan rumah.
Tugas atau yang sering kita sebut dengan PR adalah sesuatu yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan para siswa. peran tugas itu sangat penting dalam membantu penguasaan materi tapi tugas yang seperti apa dulu nih? tugas yang diberikan kepada siswa umumnya adalah tambahan materi yang telah dipelajari dan dimatangkan dengan tugas itu. jadi rasanya sangat tidak efektif jika memberikan tugas yang belum diterangkan oleh guru karena fungsi tugas kan sebenarnya untuk pematangan materi yang sudah dikuasai. mengulang pelajaran dirumah memang terasa sangat malas bagi saya tapi dengan adanya tugas kita mau tidak mau harus mengerjakan nya, jadi sedikit paksaan ini akan menimbulkan efek dan kebiasaan baik juga bagi murid. 

Harapan untuk pendidikan di indonesia.
indonesia mengaharapkan generasi yang bisa membuatnya bangkit dan kita sebagai murid membutuhkan pendidikan yang cukup. dan harapan saya untuk pendidikan di indonsia kedepan nya berjalan dengan lancar termasuk kurikulum baru nya mudah-mudahan tidak memberatkan siswa bahkan mungkin akan mempermudah siswa dalam kegiatan belajar disekolah. tugas yang diberikan guru pun tepat sasaran dan tidak melenceng, jadi sederhananya saya beharap agar pendidikan di indonesia berjalan dengan baik dan semua orang dapat merasakan nya dengan atau tanpa biaya, karena kita tidak tau cikal bakal pemimpin itu akan tumbuh dimana maka peran pendidikan itu sangat penting untuk melihat karakter dan jiwa yang akan membawa nama baik bangsa ini. saya sebagai siswa tentunya juga berharap agar pendidikan di indonesia berjalan dengan semertinya agar saya dan teman-teman semuanya dapat meraih impian kami. Amin.


Selasa, 11 Juni 2013

Harapan yang menguap



                 Awalnya, Aku hanya bisa melihatnya dari jarak yang tak pernah tersentuh olehnya, aku hanya menikmati senyumnya dari jauh. Melihat tawa bahagia nya dari sudut yang tak tertangkap olehnya. Tatapan itu terus aku lakukan berulang kali, bukan otak ku yang memerintah tapi hatiku yang menginginkan nya. hatiku mengingankan dia ada dalam pandanganku. Titik fokusku tetaplah dia dari sekian kerumunan manusia itu. 

                Saat itu, dia menyadari akan tatapanku. Aku menunduk. Tatapan nya tajam, oh baiklah mungkin ia menyangka aku adalah seseorang yang sedang mengintainya. Ya benar, aku sedang mengintai nya, hatinya lebih tepatnya. Keinginanku terus memuncak, aku tak lagi menunduk saat ia menangkap pandanganku, aku menatapnya lebih tajam lagi sampai dia memalingkan pandangan nya ke arah lain. Atau... wanita lain;mungkin.

                Tempo hari, aku memaksakan tersenyum di hadapan nya. oke katakan saja ini terpaksa, terpaksa menyunggingkan senyum saat lutut gemetar. Dia balas tersenyum. Astaga. Bukan kah itu suatu keajaiban. Aku terus melambungkan harapanku setinggi awan, tunggu dulu.. aku benci saat aku harus terbang sendirian. 

                Hari ini, aku berpapasan dengan nya. dia menyapaku, tatapan nya seperti sudah sangat mengenalku. Aku membalasnya sapaan nya, mungkin saat itu aku lebih terlihat bodoh. Aku memutuskan untuk tetap diam di tempatku berdiri, aku baru menyadari aku masih mempertahankan senyumanku, memerhatikan punggungnya yang mulai menjauh. Dia menyapa banyak orang, dengan tatapan yang sama saat menatapku tadi. senyumanku hilang.

ah aku urungkan saja untuk terus mengharapkanmu, ini alasanku mengapa aku benci terbang sendirian. Aku tidak mau merasakan yang namanya jatuh, naif. Ini juga mungkin salahku juga yang terlalu cepat mengira tatapannya itu istimewa tapi nyatanya dia memang ramah pada semua orang. Jadi, dimatanya aku hanyalah orang asing yang ia sapa sebagai tanda ia mempunyai etika dan pribadi yang ramah. Iya, hanya itu.
Seharusnya aku bersyukur, dengan dia bisa membalas tatapanku, tersenyum padaku dan menyapaku. Aku bersyukur atas itu walaupun itu tak berarti apa-apa untuknya.

Sabtu, 08 Juni 2013

Menulis Buku Harian Itu Kuno?



            Buku harian atau yang lebih kita kenal sebagai buku diary adalah catatan pribadi dimana kita bisa menuliskan apapun disana. Di dalam buku harian semuanya bisa tertuangkan, perasaan apapun yang sedang kamu rasakan, peristiwa-peristiwa penting di hidup kamu,  juga mimpi dan harapan, bebas kamu tuliskan disana. kamu pernah mencurahkan isi hati mu di buku harian? Jika pernah maka kamu patut berbahagia, karena itu berarti ada suatu kenangan berharga yang terabadikan di dalamnya.
 
         Selain mencurahkan isi hati, menulis buku harian juga merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan minat membaca dan mengasah kemampuan menulis. Di zaman yang serba globalisasi ini, media sosial sudah banyak di gunakan dimana-dimana yang banyak digunakan sebagai “lapak” curhat. Namun, ada beberapa alasan mengapa kita harus tetap mempertahankan kertas dan pena kita. Dalam proses menulis buku harian otak dan hati bekerja sama beriringan dengan  pena yang kita genggam di atas kertas yang masih putih, isi hati kita tertuangkan tanpa paksaan, kejujuran tertulis disana tanpa keraguan. Kemampuan menulis kita akan terlihat sangat jelas perkembangan nya dari lembar lama ke lembar baru. Ini merupakan langkah sederhana untuk meningkatkan minat membaca para generasi muda, karena dengan kegiatan rutin kita menulis di buku harian tentu saja kita akan membacanya, dengan kita suka menulis otomatis kita akan suka membaca. 

             Banyak tokoh dunia yang terkenal karena ia suka menulis buku harian. Misalnya saja ada Annelies Marie yang lebih terkenal dengan nama Anne Frank gadis asli jerman keturunan yahudi ini terkenal lewat tulisan di buku hariannya yang berjudul “The Diary of Young Girl.” Ia banyak menuliskan kecemasan nya, ia bingung ingin bicara pada siapa saat itu lah dia memulai untuk menuliskan nya di buku harian yang ia panggil dengan sebutan kitty, Ia tidak memikirkan tulisan nya di masa mendatang akan berguna atau tidak ia hanya menjadikan buku harian sebagai tempatnya berbagi, pada masa itu Hitler sedang gencar-gencarnya memberantas kaum yahudi, anne juga menuliskan kenyamanan nya saat ia menulis buku harian. tulisan-tulisan nya sudah di terjemahkan ke berbagai bahasa karena sangat mengispirasi dan menceritakan kehidupan realistis pada masa itu. Pun Anne di beri gelar sebagai “The Most Memorable Figure To Emerge From World War II.” 

Dari dalam negeri ada Mochtar Lubis kelahiran Padang, Sumatera Barat. Salah satu bukunya yang terkenal adalah buku “Catatan Subversif.” berisi tentang pengalaman nya saat ia di penjara pada masa Orde lama. Kemudian, beliau mengeluarkan buku keduanya yang berjudul. “Nirbaya: Catatan Harian Mochtar Lubis dalam penjara Orde Baru.” Mochtar Lubis adalah pemimpin Harian Indonesia Raya yang sering kali pemikiran nya berseberangan dengan pemerintah, karena itulah ia ditahan karena tulisan-tulisannya yang dianggap mengganggu kelancaran jalannya pemerintahan pada masa itu. Banyak pesan yang ia sampaikan didalam bukunya itu. Lewat kedua bukunya beliau menuliskan secara jujur pandangan pribadinya pada sistem pemeritahan di indonesia pada saat itu.

Jadi apakah menulis buku harian itu masih disebut sebagai kebiasaan kuno? Setelah banyak tokoh yang mendunia dan mengispirasi setelah mereka menulis buku harian? hmmm

Filosofi Hujan



Aku membuka jendela kamarku saat hujan mulai turun, menghirup napas dalam semampuku, menikmati aroma tanah kering yang baru saja tersiram air hujan. Tetes-tetes anugrah tuhan yang satu ini selalu bisa membuatku nyaman. Aku pun tersenyum tanpa di sadari.

Untuk mendeskripsikan kecintaan ku pada salah satu ciptaan dan karunia terindah yang di beri tuhan ini rasa nya sudah tak perlu lagi, ini adalah wujud nyata dari sumber kebahagiaan ku. Hujan menyelipkan segala rasa termasuk duka. Namun aku memilih bahagia sebagai kadar yang paling banyak di dalamnya.

Lewat hujan aku belajar banyak hal, memaknai sebuah pesan bisu lewat karya Tuhan yang paling indah. Misalnya, kesedihan. Perasaan itu hadir saat ada awan hitam menggeser awan putih, awan itu menimbulkan efek yang menakutkan lewat hujan yang sangat deras dan lewat gemuruh petir yang memekakan. Namun awan itu hadir hanya sebentar, awan itu sedang menguji kita, dia ingin melihat apakah kita akan tetap tinggal dan menunggunya reda atau pergi menembusnya. Atau mungkin sebagian orang akan menikmati kehadiran nya, kita tidak tahu. Perlahan awan itu bergerak pergi meninggalkan sisa-sisa gerimis, awan putih mulai hadir kembali. Hujan dan awan merupakan satu kesatuan yang ku kagumi. Bahkan Tuhan menyelipkan pelangi di dalamnya, menambah keindahan lukisan alam yang memesona. Entah siapa yang memulai, semua orang tahu pelangi akan hadir beriringan setelah badai reda. Setiap orang memaknai nya seperti itu, tapi kenapa kita tak pernah tahu jika kita bahkan bisa menari di tengah iringan badai, memaknai segala nya semudah mungkin karena meyakini satu hal, badai singgah tak akan lama, maka nikmatilah.

Hujan itu diciptakan untuk banyak hal, salah satu nya untuk menumbuhkan kehidupan. Tanpa hujan, tidak akan ada tumbuhan yang tumbuh. Hujan turun, menggenang lalu pergi lagi. Segala ciptaan Tuhan yang datang akan pergi lagi. Hujan pun tidak akan pernah tau kapan ia diciptakan dan kapan ia kembali, seringkali kita melihat langit yang cerah tiba-tiba hujan turun tak lama lalu reda. Hujan pun tak tahu harus hadir dalam keadaan seperti apa. Apakah hujan bisa memilih ingin diturunkan dimana? Di atas aspal? Di atas kuburan? Di atas sungai atau laut? Atau di atas padang rumput? Hujan tidak tau, yang hujan tau titik air nya sebagian akan menggenang lalu hilang. Yang ia tahu, ia telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Seringkali aku mengabaikan hal-hal kecil yang patut aku syukuri kehadiran nya, karena segala hal Tuhan ciptakan dengan sebuah alasan, dengan sebuah makna besar yang terkandung di dalamnya karena alam pun merupakan guru kita. Guru yang dapat memberikan makna tentang segala aspek kehidupan dari sudut pandang sekecil apapun itu.

Aku menutup jendela kamarku saat gerimis itu mulai reda. Rasa syukur ku selalu bertambah setelah aku melihat hujan. Kerinduan ku perlahan terobati.
                                                                                                                     

Sabtu, 01 Juni 2013

Your secret admirer


 andai aku bisa berhenti, aku akan berhenti saat ini juga. Ini bukan rencana dan keinginanku, rasa ini hadir begitu saja sesering pertemuan kita. deru jantungku tiba-tiba saja tak seperti biasanya, mataku terpaku pada sosok yang akhir-akhir ini merebut perhatianku. Kamu tertawa dengan teman-temanmu, aku terdiam melihatmu.

Kamu melihatku, aku menunduk. Hanya itu saja yang terjadi berulang-ulang tidak ada sapaan tidak ada senyuman. Ya, bahkan untuk tersenyum pun rasanya sangat sulit untuk ku, menatap matamu saja lutut ku sudah lemas. Apalagi senyum.

Aku pikir ini hanyalah rasa kagum sementara yang satu atau dua minggu akan hilang, namun seiring berjalan nya waktu ternyata perhatian ku tak bisa lepas dari sosok mu. Aku mencoba memahaminya kembali, mungkin saja ini hanyalah perasaan suka biasa. perlahan waktu mulai menjawabnya. Rasa ini ada dan nyata. Hatiku menyelipkan namamu. Aku sendiri tak pernah mengerti mengapa perasaan ini bisa tumbuh, yang aku tau getaran ini nyata.
Ijinkan aku berandai-andai saat ini, ada kemungkinan terburuk dan ada kemungkinan baik. Aku mengenalmu atau  kamu terus mengabaikanku. Hanya dua kemungkinan itu yang akan terjadi, bahkan aku tak berharap lebih dari itu, dengan mengenalmu saja kurasa lebih dari cukup. Aku tak ingin berangan terlalu tinggi, karena aku tak siap untuk jatuh. Dan untuk saat ini, dengan melihatmu saja sudah menjadi perasaan lega tersendiri setiap harinya. Dengan hadirmu saja sudah melengkapi hariku. Jadi, akulah pengagum rahasia mu itu.