Sabtu, 22 Desember 2018

Kisah kesunyian

Disaat orang lain sibuk suka cita dengan hari ibu, di sini aku semakin asing dan kaku dengan ibuku sendiri. Entah dinding apalagi yang memisahkan kita, aku lihat ibu sibuk dengan kesendiriannya dan yang kulakukan hanyalah berlalu masuk ke dalam kamar.

Mungkinkah, karena kejadian itu?
Ibu bilang kita akan baik-baik saja,
Tapi aku melihatmu semakin rapuh. Dan mengasing. Tapi aku merasa aku yang tertendang dari semestamu, kau tak bisa ku raih lagi bu.

Kalau saja aku tahu, kehadiranku hanyalah sebagai pengganjal hidupmu, bahwa aku memang merusak apa yang ibu tata selama ini. Rasanya aku ingin pergi saja bu. Bukan hanya ibu, tapi aku juga sudah putus asa.

Aku putus asa melihat Ibu.

Jumat, 14 Desember 2018

Tentang yang pergi dan tak pernah kembali

Seperti daun-daun tumbuh, kemudian jatuh saat musim gugur. Atau gerombolan burung kolibri yang datang saat musim semi, kemudian pergi mencari langit yang lain.

Aku mempertanyakan kemana perginya mereka... juga dirimu.

Aku terus mengira-ngira tempat apa yang kau singgahi kemudian,
apakah dinding-dinding yang penuh warna, pohon-pohon rimbun atau semak belukar?    

Aku tertinggal, dalam cemas, dalam gelisah dalam warna abu-abu.