Pertama yang terlintas di pikiran ku, mengapa aku bisa menyukai mu? bukan. lebih tepatnya aku menyayangimu bukan hanyamenyukaimu.
menatap senyum mu adalah bahagiaku, aku senang melihat senyum dan tawa mu. meskipun bukan aku yang membuatmu tertawa dan tersenyum. :")
kadang aku berpikir, apa kamu masih saja tidak menyadari kehadiranku?
memang aku tak pernah langsung hadir di kehidupan nyatamu. tapi aku mengenalmu lebih dari mereka mengenalmu, aku tau cara mu membetulkan kacamata minus mu, aku tau kamu tak suka keju. sama seperti ku, aku tau kamu itu alergi udang, aku tau buku-buku tebal mu itu tak pernah lepas dari genggaman mu. dan aku sangat mengenalmu sementara kamu tidak.
kenapa kamu masih tidak menyadarinya? ada sepasang mata yang terus mengintaimu dengan penuh ambisi. aku!
ini aku yang bodoh atau kamu yang idiot?
aku menyukaimu dari sudut pandang ku. kamu memang penuh karismatik. saat aku pertama melihatmu dan semenit kemudian aku menyukai mu dan beralih menyayangimu.
dan aku bisa jatuh cinta dengan cara sesederhana itu. tapi mungkin cinta ku tak sederhana karna kamu yang membuatnya rumit. aku memang mencintai mu tapi entah kenapa aku tak punya alasan kenapa aku bisa mencintaimu secepat itu. tapi bukankah cinta itu tak beralasan? cinta tak butuh alasan. sehingga nanti tak ada alasan untuk meninggalkan cinta.
ah ternyata benar, memang aku yang bodoh. lihatlah belum ada tatap dan ucap aku sudah mencintaimu
Untuk mu pria berkacamata yang selalu memangku buku.
dari aku pengagumu yang benar-benar pengecut.