Sabtu, 20 April 2013

Idk, Teori Cinta (?)


Percaya love for first sight?  bagi  yang pernah mengalami ya pasti percaya dong ya.. untuk saya pribadi masih tanda tanya sih sama teori satu ini karena belum pernah mengalami. aneh juga teori cinta pada pandangan pertama ini. bagaimana bisa cinta dengan hanya sekali tatap? umumnya, yang banyak percaya sama cinta pada pandangan pertama ini adalah lelaki. kenapa? we'll see kebanyakan lelaki jatuh cinta saat melihat wanita cantik yang hanya lewat sepintas saja. apa itu cinta? tentu tidak! itu rasa kagum, tetapi bila rasa kagum itu terus berkembang saat ada pandangan kedua, ketiga dan selanjutnya.. bisa jadi, itu cinta. ya bisa jadi sih, karena katanya kalo rasa kagum sudah lebih dari dua minggu, itu namanya bukan lagi kagum. Cinta.. Mungkin.

lalu ada lagi yang bilang, Witing Trisna Jalaran Saka Kulina. kalo yang ini saya percaya lah ya. Cinta datang karena terbiasa. banyak ko yang awalnya bilang gak suka tapi lama kelamaan  bilangnya udah cinta tuh. loh itu namanya apa? ya berarti teori satu ini bisa lebih di pertimbangkan lah. Agak akurat dan bisa di percaya kalo itu cinta. kenapa? iya lah, kalo cinta datang karena terbiasa. berarti kita telah mengenal dia sedikitnya, tau seteleh itu tertarik. yap, wajar banget itu namanya! kaya teori satu ini lagi.. biarkan semua berjalan seperti semestinya, biarkan mengalir seperti air. tsaaaaah... *gibas rambut

terus..terus ada lagi ini. cinta tak harus memiliki. sebenernya sih ini bukan satu teori. tapi ucapan....pasrah! why?  yang menganut(?) teori ini biasanya punya nasib yang malang (bukan bakso) pertama, bisa aja dia di tolak. terus bilang. "ya udah lah, cinta gak harus memiliki." atau misalkan dia udah punya pacar, pasti kalimat yang meluncur tanpa di sadari ya itu. Kalo kalimat satu ini suatu teori ya mungkin gak akan ada banyak orang yang pacaran, malahan gak akan ada yang nikah kalo emang cinta tak harus memiliki. jadi cinta itu harus memiliki dong? ya iyalah--" dengan satu catatan. kata harus disini bukan merupakan suatu paksaan dari pihak manapun, jadi cinta bisa saling memiliki ya harus saling mencintai juga kan. iya dong? *halah gue sok tua*
sebenernya sih gak ada yang salah dalam mencintai semuanya sah-sah aja sih. jadi teori di atas itu emang gak ada yang salah. banyak kok yang mengalaminya.

oke, jadi teori mana yang kamu percaya?
sepintas saya merasa tua jika menggurui tentang cinta yang saya juga belum paham betul,banyak salah juga, apa sih itu cinta? entahlah mungkin bisa tanya ke yang sepuh-sepuh. *loh

ps: abaikan aja postingan ini, mungkin saya ngetik nya sedang tidur pulas atau, makhluk halus-__-



Rabu, 17 April 2013

janjimu malam itu...




“aku sayang kamu ras.” Kataku sambil membelai rambutnya dan mengecup keningnya, dia mengangguk, “aku tau za.” Katanya sambil tersenyum, senyuman itu, senyuman yang memberiku semangat dalam segala hal sebentar lagi akan hilang. Di telan kejamnya jarak.

 “do’ain aku supaya cepet lulus dan temenin kamu setiap hari di rumah sakit.” ucapnya tulus, aku mencium kening nya beberapa kali, seakan aku sangat tidak merelakan nya pergi, seakan aku tak suka jika kelak dia akan menjadi  dokter juga, teman seprofesiku. Aku senang karena cita-cita nya sejak kecil itu akan tercapai, aku senang jika dia sukses, sama sepertiku. Tapi tetap saja, aku tak terbiasa memandang hari tanpa menatapnya.

“jangan banyak ngelamun.” Aku menggeleng, “Cuma takut kehilangan kamu aja.” Desisku, dia tertawa pelan, terdengar pahit di telingaku.
“Cuma beberapa tahun aja kok pak reza.” Ucapnya, senyum nya terus mengembang di bibirnya, tak sanggup aku menghapusnya dengan kesedihanku saat ini.
“andaikan aku bisa ganti kata ‘Cuma beberapa tahun’ dengan Cuma beberapa bulan, atau Cuma beberapa hari.” Kataku, dia terdiam memandangi mataku sangat dalam, tersenyum.
“tak akan ada hari yang terlewat untuk kita saling menghubungi.”
“kita beda benua sayang.” Kataku putus asa.
“cinta tak mengenal jarak.” Ucap nya sambil beranjak dari ayunan dan beralih menatap bulan. Aku memeluknya dari belakang.

***

“dokter reza, ada pasien yang harus di operasi sekarang juga.” aku tersadar dari lamunanku, saat suster yang menyusulku ke ruang kerja, aku bergegas beranjak dari kursi ku dan masuk ruang operasi.
6 bulan, nyatanya kamu memang benar-benar ditelan jarak sayang, tak ada lagi telepon mu lenyap semua janjimu seiring berjalan nya waktu.

kubiarkan semuanya terjadi, aku mencintainya




“masih sama evan?” aku mengangguk sambil menatap lurus kedepan. “ngarepnya.” Lanjutnya. Aku memincingkan mataku kearahnya lalu kembali dengan tatapan ku sebelumnya.

“liat tuh, kan udah ngegandeng sandra. Jangan coba-coba jadi PHO deh ris.”

“emang aku udah berbuat apa ren? Aku bahkan Cuma bisa ngeliatin kaya gini aja. Udah cukup untuk saat ini.”

“ cinta itu emang butuh perjuangan, tapi ya kalo suka sama orang yang udah punya pacar. Lebih baik mundur. Lagian mereka udah lama pacaran.” Aku menggeleng lemah, rena mengangkat bahu nya pertanda pasrah. Entah untuk ke berapa kalinya rena mengingatkan ku tentang ini. katanya, aku tidak boleh jadi perusak hubungan orang lah,  nyadar diri lah, inget status lah. Dan bla bla bla... bukan kah setiap orang berhak mencintai? Termasuk aku kan?

“aku tahu betul tentang itu, bahkan aku tau kapan tanggal jadi mereka. Aku juga tau mereka pasangan ter-romantis menurut kacamataku hingga saat ini.”

“lalu apa lagi yang bisa di harap kan? Move on risa, tuhan udah ngirim jodoh buat setiap orang.”

“maka dari itu, siapa tau evan jodoh aku.”

“emang kamu tega ris?” katanya, aku menghempaskan nafasku. Selalu saja pertanyaan ini. lagi dan lagi.

“setiap orang itu berhak mencintai .. termasuk aku.” Suaraku makin tak jelas terdengar tertutup oleh bisingnya kantin ini.

“apa yang mau kamu lakukan? Gak ada gunanya juga.”

“menunggu.. hanya itu.” Desisku. aku menunduk lemah, sampai kapan aku bisa meredam rasa cemburu ku setiap aku melihat evan dengan sandra. saudara kembarku.

**
“risa, ayo pulang udah di jemput papa tuh.” Sandra menghampiri meja ku, aku mendongak lalu mengangguk.

“aku pulang duluan ya ren,” rena hanya tersenyum lemah lalu menggelengkan kepalanya.

Jumat, 05 April 2013

Surat Untuk Ayah


Aku masih;sering menyelipkan doĆ” dalam setiap kata, menjejali segenggam rindu diambang kemustahilan.

rindu ini sakit, tapi nyatanya aku telah terbiasa memangku sosoknya dalam setiap kepingan memori yang tersisa di labirin otak ku.
hancur; sudah dari setahun yang lalu hatiku tak pernah utuh kembali. hari ini tepatnya, genap setahun kepergian nya. Naif rasanya, jika aku bilang aku benar-benar telah merelakan nya. tetapi, seseorang membisikiku lewat semangat yang tersirat digurat wajahnya. 
“Bangkit, kamu gak mungkin berkabung selamanya.”
life must go on, kalau kata mereka. iya, mereka yang menjadi sebab senyumku saat ini.

kemustahilan itu tidak ada yang ada hanyalah perjuangan untuk menembus benteng itu, tapi tetap saja namanya mustahil. tidak akan berubah,

selamat jalan ayahku tercinta, hari ini aku hempaskan segala keterpurukan ku. untukmu, untuk mereka, untuk ku. walaupun sebenarnya aku sedikit ingkar dalam hal ini, iya, yah. aku sering tiba-tiba merindukanmu dan berharap kau ada disisiku, yah. ah.. tapi seperti yang kau lihat, aku masih selalu berusaha semampu yang aku bisa. bukan, bukan untuk menutup segala kenangan. tapi mengenang semuanya dengan cara yang lebih indah. 
no matter how long you're gone, you're still my father. and I'm proud have dad like you. I Love you. 
 05 April 2012 - 05 April 2013


 Please watch :))
http://www.youtube.com/watch?v=uduXVpRU71g