Jumat, 15 Juni 2012
"ketika semua nya........."
ketika semua nya kembali berjalan normal.........
ketika tangisan tak menjadi sebab bantal dan guling ku basah
ketika senyuman tersungging ikhlas dari bibirku.
ketika aku sempat lupa aku punya luka. pedih. sangat pedih!
ketika aku mengingat kembali tahun tahun berharga ku bersama ayah
ketika aku ingat kembali detik-detik kepergian ayah.
seketika itu pula air mataku tak henti-henti nya keluar dari pelupuk mataku
aku tak setegar yang mereka bayangkan ayah, keseharianku belakangan ini. dirumah dan sendirian.
kau tau? ini sangat menyiksa. sakit rasanya. kau bisa merasakan nya?
menangis diam-diam ketika semua orang bergelut dengan urusan masing-masing.
ketika semua orang mempunyai hidup yang menarik dengan keluarga utuh nya. aku hanya memandang mu lewat foto besar itu.
yah, lihat anakmu sekarang! lihat keadaan ku lihat senyum palsuku. lihat yah. LIHAT!
aku tak mau dikasihani oleh mereka. aku hanya ingin ayah. ingin ayah memeluk ku memeluk jiwa ku yang rapuh. ayah bisa? ayah masih bisa?
dan ketika takdir meneriakan ku akan kenyataan. dia mempertegas INI TAKDIR! INI TAKDIR!
takdir? kata bodoh macam apa itu. yang ku tau kehendak tuhan! sama saja? aku tak peduli.
ayah, aku tak tau akan melewati malam ini seperti apa. setelah aku menulis ini dan membiarkan air mata membanjiri pipi ku. setelah mata ku terasa sangat berat. setelah tenggorokan ku terasa amat kering. aku tak tau malam ini akan menjadi seperti apa..
aku hanya merindukan mu yah, rindu kecupan kening mu. hanya itu :'
*dari aku yang tak henti-henti nya membuat bantal basah sepanjang malam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar