Malam ini tak seperti biasanya.
Masih tetap dengan aku yang berjam-jam setia menatap layar datar berpancarkan cahaya yang bernamakan monitor. tangan ku kelu. aku ingin menulis, melanjutkan cerita fiksiku. aku ingin pergi ke dunia-ku dimana hanya ada aku. dan huruf-huruf absurd yang sesuka hati ku aku susun. tapi kali ini berbeda, tengkuk ku sakit. kepala ku tak sanggup menopang dengan sempurna. pikiran ku melayang entah kemana. bagaimana bisa aku menulis, jika otak dan pikiran ku tidak ada disini.
apa ini karna kamu? karna dia? atau karna mereka?
mereka. mereka yang mencoba mengenyahkan imajinasi yang sengaja telah ku susun sesempurna mungkin, mereka yang membuat pikiran ku seperti alam kabut. aku benci. benci mereka.
aku hanya ingin merasakan bagaimana hidup. aku ingin dominasi semua warna dihidupku. tapi bagaimana mungkin bisa aku lakukan jika hanya aku yang ada disini. sendirian. mungkin kesepian memang teman terbaik ku.
entahlah, rasa sakit dan kehilangan. tiba-tiba datang begitu saja ketika satu lagu ini terputar otomatis dari ponselku. semua ini membuatku sakit.
sial! ini lagu kesukaan ayah. mengapa belum aku hapus?
pantaskah aku berkata seperti itu? aku hanya ingin hidupku kembali normal sama hal nya saat ayah masih disini. aku tak mau merasakan kehilangan yang membuat dada ku sesak dan mataku bengkak. aku tak mau merasakan nya. karna aku selalu sendiri. aku selalu sendiri di rumah. ketika kesendirian ku sedang ku nikmati mengapa perasaan itu selalu mengganggu ku. dia berhasil membuat ku menjerit dan meronta seperti orang gila di kamarku sendiri.
aku tak ingin merasakan yang nama nya kehilangan. biarlah perasaan ku ini hambar. agar aku tak dapat merasakan apapun. aku tak ingin merasakan sepi .biarkan bantal ku yang basah. mungkin hanya dia yang tau apa yang sedang berkecamuk dihatiku.
Yang telah pergi tak akan pernah kembali.
karna tujuan datang itu untuk pergi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar