Senin, 28 Januari 2013

I'm it's all you need ♥


"Aku belum mau percaya lagi sama yang namanya komitmen." ucapnya sambil menunduk, entah kenapa dia tidak mau menatap mataku kali ini. entah karena dia malu atau bahkan menolak perasaanku yang baru saja aku nyatakan.

"kamu gak akan percaya sebelum kamu coba menjalaninya lagi." kataku, sambil mengangkat sedikit dagu nya agar matanya beradu tatap dengan mataku. dia menggeleng.

"selama ini, pertemanan ini apa belum cukup kamu mengenalku? aku gak akan pernah nyakitin kamu. stel." kataku dengan setiap kata yang sengaja aku tekankan, sungguh ini pengakuan terdalamku. masa bodoh dengan cap playboy di masa lalu ku. aku tak pernah segila ini dalam mencintai. wanita berparas oriental ini telah berhasil merebut segala perhatian dan pikiranku sejak pertemuan awalku dengan nya.

dia masih terdiam. aku masih dalam pengaharapanku.

"kita tak perlu komitmen gas, cukup aku dan kamu, tak perlu menjadi kita. yang penting kamu tahu aku menyayangimu." katanya dengan nada lembut mengalun. aku masih terdiam dan berusaha menerka-nerka apa yang sebenarnya ia pikirkan jika dia menyayangiku apalagi alasan nya menolak ku?

"tapi apa alasan nya stela? anggap aja sakit hati mu di masa lalu adalah masa pendewasaan kamu. aku bisa menjaga mu, dan kamu butuh pria di sampingmu stel"

"aku tidak akan mencari pria yang hanya bisa mencintai dan melindungiku tanpa mau mencintai dan melindungi anak ku. kamu harus tau segala resiko. aku ini single parent, bagas." 

"aku tau, dan aku sudah memikirkan segala resiko. aku akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk anakmu. kamu gak perlu takut sama komitmen " kataku lagi-lagi dengan sedikit penegasan, kompromi ini tak akan berakhir sebelum aku mendapat jawaban yang benar-benar pasti. karena ini mauku.

"I'm not afraid to try again i'm just afraid of getting hurt for the same reason."

"hurt are sometime the best memory and give you a second changes in your life. let's try with me stela."

dia tersenyum padaku, dan aku juga tersenyum dengan segala sisa pengharapanku padanya yang mungkin sedikit lagi akan luruh terbakar kekecewaan. "i'll try with you bagas." katanya perlahan, aku membulatkan mataku memekakan telingaku. aku benar-benar tidak percaya. "kamu serius stel?" kataku hati-hati.dia mengangguk pasti, "aku serius, cinta sejati tak akan aku dapatkan jika aku takut pada komitmen." katanya,aku tersenyum.
"aku tak akan pernah mengecewakan mu." kataku sambil mengecup keningnya. dia tersenyum penuh harap. "semoga bukan sekedar janji."
"itu pasti."

"so, stela will you be mine? marry me?" kataku sambil memperlihatkan sebuah cincin padanya, memang bukan bertahtakan berlian tapi berlian itu akan aku ganti dengan semua kebahagiaan kita kelak.
dia mengangguk. "yes, i'll be yours..."

pada akhirnya aku mendapatkan segala yang kumau dan stela medapatkan apa yang ia butuh.karena jika tuhan tak memberimu seseorang yang kamu cinta maka tuhan akan memberimu seseorang yang kamu butuhkan.aku pecaya atas kuasa nya.



Selasa, 15 Januari 2013

seberapa jauhkah dimensi diantara kita?


semua ini diawali dengan kejadian yang tidak pernah aku duga tadi sore, sangat jauh dari segala prasangka ku. tapi dari situlah beberapa pertanyaan mulai bergumul di otak ku.
mereka bilang aku pengkhayal, tapi se khayal-khayalnya aku juga bisa merasakan sesuatu yang nyata. dan aku yakin ini nyata. akan aku kesampingkan dulu segala logika yang ada, karena aku yakin logika akan menyangkal segalanya.
aku merasakan sosok nya benar-benar tanpa jarak saat itu.
seberapa jauhkah perbedaan jarak dimensi diantara kita? dunia kita telah benar-benar berbeda kata mereka. tapi aku merasa seperti menembus dimensi diantara kita begitupun sebaliknya. karena aku tak pernah merasakan jarak sedekat ini setelah kau pergi. karena masih ada tangis yang kusembunyikan setelah sore tadi, aku tak tau harus bagaimana. aku ingin melepas rindu lebih lama lagi.. tapi bukan ini yang ku inginkan. sosok mu kini telah benar-benar menjadi sesuatu yang tidak mungkin lagi bisa terjamah oleh ruang dan waktu di duniaku. mengapa hal yang jauh dari kata logis ini selalu di alami oleh ku, dan debaran jantung ini yakin bahwa itu memanglah dirimu.
entahlah, jawaban atas kejadian janggal tadi bukan ada padaku. aku pun masih bertanya-tanya dan berusaha mengingat sedetail mungkin apa yang aku alami.

Selasa, 01 Januari 2013

2013, Will be happiness?


Bandung, 01 Januari 2013.
Semua orang ada dalam kebahagiaan nya sendiri menyambut tahun yang baru dan meninggalkan tahun yang penuh dengan ramalan-ramalan akhir zaman. seakan bernafas lega 2012 telah terlewati beberapa jam yang lalu..

Tahun 2012 bagi saya..... tahun pendewasaan.
tak perlu memutar otak terlalu lama, tahun 2012 tahun yang tak akan pernah saya lupakan sampai kapanpun. ada banyak air mata yang hampir terkuras habis sampai berbulan-bulan, seakan kebahagiaan direnggut saat itu juga. pemberi kasih ku berkurang satu.
beliau akhirnya kembali pulang----- pada akhirnya memang tuhan tempat kembali.
8 bulan ternyata tak cukup ampuh untuk membuatku berhenti merindukan sosok nya, hampir setiap malam bayangan nya tak pernah luput dari ingatan ku, sosok nya yang penuh wibawa itu ternyata memang telah benar-benar pergi untuk selamanya, dia mencapai keabadian dan meninggalkan yang fana.

Untukmu, ayah. aku tak ingin berharap terlalu jauh ditahun ini, aku hanya ingin menjadi satu dari harapan terbesar ayah untuk ku dan maafkan aku jika selalu ada tangis setiap aku mengingatmu bukan aku belum ikhlas aku hanya merindukan mu saja. perasaan rindu itu sulit untuk aku hindari.

selamat datang 2013 aku berharap ada banyak kebahagiaan kecil yang bertubi-tubi.
Tahun 2012 cukuplah ditahun itu saja aku diluluhlantahkan oleh kejamnya takdir.