"Aku belum mau percaya lagi sama yang namanya komitmen." ucapnya sambil menunduk, entah kenapa dia tidak mau menatap mataku kali ini. entah karena dia malu atau bahkan menolak perasaanku yang baru saja aku nyatakan.
"kamu gak akan percaya sebelum kamu coba menjalaninya lagi." kataku, sambil mengangkat sedikit dagu nya agar matanya beradu tatap dengan mataku. dia menggeleng.
"selama ini, pertemanan ini apa belum cukup kamu mengenalku? aku gak akan pernah nyakitin kamu. stel." kataku dengan setiap kata yang sengaja aku tekankan, sungguh ini pengakuan terdalamku. masa bodoh dengan cap playboy di masa lalu ku. aku tak pernah segila ini dalam mencintai. wanita berparas oriental ini telah berhasil merebut segala perhatian dan pikiranku sejak pertemuan awalku dengan nya.
dia masih terdiam. aku masih dalam pengaharapanku.
"kita tak perlu komitmen gas, cukup aku dan kamu, tak perlu menjadi kita. yang penting kamu tahu aku menyayangimu." katanya dengan nada lembut mengalun. aku masih terdiam dan berusaha menerka-nerka apa yang sebenarnya ia pikirkan jika dia menyayangiku apalagi alasan nya menolak ku?
"tapi apa alasan nya stela? anggap aja sakit hati mu di masa lalu adalah masa pendewasaan kamu. aku bisa menjaga mu, dan kamu butuh pria di sampingmu stel"
"aku tidak akan mencari pria yang hanya bisa mencintai dan melindungiku tanpa mau mencintai dan melindungi anak ku. kamu harus tau segala resiko. aku ini single parent, bagas."
"aku tau, dan aku sudah memikirkan segala resiko. aku akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk anakmu. kamu gak perlu takut sama komitmen " kataku lagi-lagi dengan sedikit penegasan, kompromi ini tak akan berakhir sebelum aku mendapat jawaban yang benar-benar pasti. karena ini mauku.
"I'm not afraid to try again i'm just afraid of getting hurt for the same reason."
"hurt are sometime the best memory and give you a second changes in your life. let's try with me stela."
dia tersenyum padaku, dan aku juga tersenyum dengan segala sisa pengharapanku padanya yang mungkin sedikit lagi akan luruh terbakar kekecewaan. "i'll try with you bagas." katanya perlahan, aku membulatkan mataku memekakan telingaku. aku benar-benar tidak percaya. "kamu serius stel?" kataku hati-hati.dia mengangguk pasti, "aku serius, cinta sejati tak akan aku dapatkan jika aku takut pada komitmen." katanya,aku tersenyum.
"aku tak akan pernah mengecewakan mu." kataku sambil mengecup keningnya. dia tersenyum penuh harap. "semoga bukan sekedar janji."
"itu pasti."
"so, stela will you be mine? marry me?" kataku sambil memperlihatkan sebuah cincin padanya, memang bukan bertahtakan berlian tapi berlian itu akan aku ganti dengan semua kebahagiaan kita kelak.
dia mengangguk. "yes, i'll be yours..."
pada akhirnya aku mendapatkan segala yang kumau dan stela medapatkan apa yang ia butuh.karena jika tuhan tak memberimu seseorang yang kamu cinta maka tuhan akan memberimu seseorang yang kamu butuhkan.aku pecaya atas kuasa nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar