untuk saat ini kamu semakin maya.
bisa kah kamu meresonisasikan rinduku yang sudah benar-benar menggeliat?
aku tak penah berpikir untuk berhenti merapal nama mu dalam setiap pikir, tak ada gunanya. lebih baik aku menikmati kamu dalam sisa memori. dalam sisa kenangan setiap senja yang kita lewati.
kini aku yang berpeluh dengan harap, berandai-andai itu menyebalkan tapi itu salah satu bagian dari kebiasaan ku. jadi apa yang harus kulakukan selama kau memalingkan dirimu dariku? selama kau sibuk menikmati dunia mu sendiri tanpa mau melibatkan peranku didalamnya. apa aku harus menunggu? jujur saja aku benci dengan kata satu itu. aku benci menunggu, apapun itu. tapi, tak ada lagi yang harus kulakukan selain menunggu. maka aku akan menunggu sambil mengeja kamu dalam setiap senja, menggores nama mu dalam setiap tetes tinta. dan perlahan aku mulai menyukai hal baru ku. menunggumu. aku menikmati setiap sakit.
bahkan aku rela menunggu meskipun kau tak menjanjikan apa-apa untuk kembali, meskipun aku tidak tau jalan seperti apa yang ingin kamu lewati.
senja ini bukan milik kita lagi sayang, senja kita hanya milik kenangan, sayangnya tak ada yang mampu membuatku berhenti mengeja kamu dalam setiap senja yang kini aku lewati sendiri.
sampai ada sebuah sinar yang tak terlalu nampak dari celah langit, dia berusaha menggantikan indahnya kamu yang semakin terkikis awan hitam. dia selalu ada saat aku berharap kamu yang ada. dia tetap bertahan dengan kesederhanaan nya melawan kamu dengan segala megah yang kamu miliki.
perlahan indahnya kamu mulai terkikis oleh kesederhaannya. sekarang aku sadar bahwa aku tak bisa terus menerus mengeja nama mu dalam hatiku.
sekarang bukan lagi mengeja nama mu dalam senja tapi menikmati senja bersamanya. aku bahagia sayang, aku bahagia dalam kenangan yang susah payah aku runtuhkan, aku bahagia bersamanya. terimakasih atas kenangan yang kau lukis dalam senja. dan ternyata senja menjadi milik kita kembali walaupun terbagi dua, senjaku bersamanya dan senjamu bersama pilihanmu♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar