Postingan ini akan terlihat romantis bila di tunjukan oleh kekasih.
tapi sayang nya ini lebih romantis dari itu, ini untuk ayah. lagi lagi untuk nya. aku tidak tau kapan aku bisa berhenti menulis tentang nya. setidaknya dengan menulis membuat ku lebih baik :)
ayah tau ketika rindu meronta-ronta dalam hati anak mu ini? ini begitu menyiksa yah, sangat menyiksa.
aku tak tau apalagi yang ingin aku tulis setelah beberapa artikel yang telah aku muat tentangmu. sesungguhnya aku telah kehabisan kata. tapi kurasa tidak dengan rinduku. rinduku sepertinya tak akan pernah habis dan terus bergejolak.
Sekarang anakmu menjadi sangat-sangat cengeng dan mendadak melancolis. aku tak sanggup berbicara lebih dalam tentang mu dengan siapapun apalagi mama. seakan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mataku akan tumpah dan membanjiri wajahku. aku tidak sanggup berkata 'mah kangen bapa' sama siapapun gak akan sanggup. mama yang aku tau setiap habis sholat dia berdzikir sambil menangis kupikir dia juga merindukan mu. tapi dia pun sama dia tidak berani mengungkapkan 'mamah kangen sama bapa mu' pada aku anaknya!
'Si Yatim'
apakah itu terdengar seperti lelucon yang lucu? tidak sama sekali! kenapa tetangga ku sedikit agak gila dengan memanggil kami dengan sebutan itu aku benci! aku sangat ingin mendaratkan tinjuku di wajah nya itu. aku sangat ingin mengadu kepada mu ayah, lihatlah mereka memperlakukan kami? aku benci ketika mereka mengolok-ngoloku dengan sebutan itu. kita itu keluarga bahagia, keluarga harmonis lebih baik dari mereka. intensitas komunikasi jauh lebih baik dan lebih dekat di bandingkan mereka. iya kan yah? setidaknya itu terjadi saat kau masih duduk di sofa ruang tamu. dan mengeluarkan lelucon yang tak masuk akal itu. Ayah rinduku terus menggerogoti diri ku. aku tersiksa yah sangatttttttttttt !
aku tau ini memang takdir. tapi tidak bisakah takdir sedikit berbuat adil untuk ku ?
setidanya sampai ia melihat cucu-cucu nya. omong kosong! melihat aku lulus SMP saja dia sudah tidak bisa. ini tidak adil apalagi untuk adik ku yang masih duduk di sekolah dasar.
kupikir mereka -teman-temanku- adalah orang yang sangat beruntung karna sampai saat ini ada ayah dan ibu nya. tapi aku? aku hanya mempunyai ibu. tapi aku tidak pernah berpikir aku adalah orang yang paling malang di dunia, masih banyak anak yang lebih tidak beruntung dari padaku. dan kupikir aku harus berterima kasih kepada takdir dan tuhan. karna mereka bilang tuhan punya rencana lain melalui takdirnya. aku harap itu benar. tentunya rencana itu akan baik menurut tuhan. baik akan aku tunggu sampai kapan-pun akan ku tagih janji tuhan itu :')
Dari anak mu yang mengejek cara kerja takdir :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar