Disaat orang lain sibuk suka cita dengan hari ibu, di sini aku semakin asing dan kaku dengan ibuku sendiri. Entah dinding apalagi yang memisahkan kita, aku lihat ibu sibuk dengan kesendiriannya dan yang kulakukan hanyalah berlalu masuk ke dalam kamar.
Mungkinkah, karena kejadian itu?
Ibu bilang kita akan baik-baik saja,
Tapi aku melihatmu semakin rapuh. Dan mengasing. Tapi aku merasa aku yang tertendang dari semestamu, kau tak bisa ku raih lagi bu.
Kalau saja aku tahu, kehadiranku hanyalah sebagai pengganjal hidupmu, bahwa aku memang merusak apa yang ibu tata selama ini. Rasanya aku ingin pergi saja bu. Bukan hanya ibu, tapi aku juga sudah putus asa.
Aku putus asa melihat Ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar