Ayah,
Hari ini
perasaanku campur aduk, menangis hanya membuatku lemah, aku tahu itu tapi ayah
aku melanggar perintahmu, saat ini aku menangis. Untuk satu alasan sekaligus
pertanyaan, haruskah kau tergantikan, ayah? Haruskah ada sosok lain di samping
ibu? Pertanyaan itu akhir-akhir ini menghantui dan bersarang di pikiranku.
Jika aku boleh
menjawab, Jawabanku saat ini, jelas tidak, aku tidak ingin sampai kapanpun itu.
Tapi aku tidak tahu sampai kapan aku bisa mempertahankan jawabanku ini. Ini
tidak semudah yang aku bayangkan, aku pikir tidak akan ada yang menggantikanmu
di sisi ibu. Aku pikir begitu. Tapi, yah. Kenyataan berkata lain, aku harus
menerima banyak sosok yang mencoba menggantikan posisi mu silih berganti mereka
datang sekejap lalu pergi lagi, dan kau tahu alasan mereka pergi? AKU. Aku
adalah alasan mengapa mereka pergi, aku tak pernah menerima satupun diantara
mereka aku tutup rapat-rapat mulutku bahkan hanya untuk menyapa. Tersenyum?
Apalagi. Terlalu sakit. Katakan saja aku ini egois, namun pertanyaan lain
kembali datang di pikiranku. ‘Sampai kapan ibu sendirian?’
Lagi, Katakan
saja aku ini egois. Aku tidak ingin cinta ibu berkurang sedikitpun untukmu
ayah, tapi ini bukan lagi tentang cinta, aku yakin ibu akan mencintai mu sampai
kapan pun. Iya kan yah? Ini tentang
siapa yang akan menemani ibu saat aku pergi. Ini tentang teman hidup untuk ibu
setelah aku pergi. Aku tidak bisa menyalahkan ibu atau takdir atau apapun itu.
Aku tidak bisa menyalahkan siapapun saat ini kan yah?
Suatu saat yang
pergi pasti di lupakan. Tapi itu tidak akan pernah terjadi ayah, bagaimana
mungkin? Bagaimana bisa? kau tidak akan pernah aku lupakan. Tapi lagi lagi aku
bertanya, haruskah kau tergantikan?
Tolong ayah,
malam ini saja kau datang di mimpiku berikan pesan untuk ku, kuatkan aku.
Kehidupan setelah kau pergi rasanya sangat berat melelahkan. Aku semakin sulit
mempercayai siapapun. Ayah, Haruskah kau tergantikan?
Sekeras apapun
aku mencoba untuk bersikap dewasa, aku tetap tidak bisa. Aku bohong, aku belum
bisa bersikap dewasa, Aku egois, ayah.
ayah, tolong aku. Katakan, berikan pesan dalam bentuk apapun itu.
ayah, tolong aku. Katakan, berikan pesan dalam bentuk apapun itu.
Haruskah kau
tergantikan?
Senin,
22 April 2014, 00:13 WIB. Sudut kamar paling sunyi.
22 April 2014, 00:13 WIB. Sudut kamar paling sunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar