Sabtu, 08 Juni 2013

Menulis Buku Harian Itu Kuno?



            Buku harian atau yang lebih kita kenal sebagai buku diary adalah catatan pribadi dimana kita bisa menuliskan apapun disana. Di dalam buku harian semuanya bisa tertuangkan, perasaan apapun yang sedang kamu rasakan, peristiwa-peristiwa penting di hidup kamu,  juga mimpi dan harapan, bebas kamu tuliskan disana. kamu pernah mencurahkan isi hati mu di buku harian? Jika pernah maka kamu patut berbahagia, karena itu berarti ada suatu kenangan berharga yang terabadikan di dalamnya.
 
         Selain mencurahkan isi hati, menulis buku harian juga merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan minat membaca dan mengasah kemampuan menulis. Di zaman yang serba globalisasi ini, media sosial sudah banyak di gunakan dimana-dimana yang banyak digunakan sebagai “lapak” curhat. Namun, ada beberapa alasan mengapa kita harus tetap mempertahankan kertas dan pena kita. Dalam proses menulis buku harian otak dan hati bekerja sama beriringan dengan  pena yang kita genggam di atas kertas yang masih putih, isi hati kita tertuangkan tanpa paksaan, kejujuran tertulis disana tanpa keraguan. Kemampuan menulis kita akan terlihat sangat jelas perkembangan nya dari lembar lama ke lembar baru. Ini merupakan langkah sederhana untuk meningkatkan minat membaca para generasi muda, karena dengan kegiatan rutin kita menulis di buku harian tentu saja kita akan membacanya, dengan kita suka menulis otomatis kita akan suka membaca. 

             Banyak tokoh dunia yang terkenal karena ia suka menulis buku harian. Misalnya saja ada Annelies Marie yang lebih terkenal dengan nama Anne Frank gadis asli jerman keturunan yahudi ini terkenal lewat tulisan di buku hariannya yang berjudul “The Diary of Young Girl.” Ia banyak menuliskan kecemasan nya, ia bingung ingin bicara pada siapa saat itu lah dia memulai untuk menuliskan nya di buku harian yang ia panggil dengan sebutan kitty, Ia tidak memikirkan tulisan nya di masa mendatang akan berguna atau tidak ia hanya menjadikan buku harian sebagai tempatnya berbagi, pada masa itu Hitler sedang gencar-gencarnya memberantas kaum yahudi, anne juga menuliskan kenyamanan nya saat ia menulis buku harian. tulisan-tulisan nya sudah di terjemahkan ke berbagai bahasa karena sangat mengispirasi dan menceritakan kehidupan realistis pada masa itu. Pun Anne di beri gelar sebagai “The Most Memorable Figure To Emerge From World War II.” 

Dari dalam negeri ada Mochtar Lubis kelahiran Padang, Sumatera Barat. Salah satu bukunya yang terkenal adalah buku “Catatan Subversif.” berisi tentang pengalaman nya saat ia di penjara pada masa Orde lama. Kemudian, beliau mengeluarkan buku keduanya yang berjudul. “Nirbaya: Catatan Harian Mochtar Lubis dalam penjara Orde Baru.” Mochtar Lubis adalah pemimpin Harian Indonesia Raya yang sering kali pemikiran nya berseberangan dengan pemerintah, karena itulah ia ditahan karena tulisan-tulisannya yang dianggap mengganggu kelancaran jalannya pemerintahan pada masa itu. Banyak pesan yang ia sampaikan didalam bukunya itu. Lewat kedua bukunya beliau menuliskan secara jujur pandangan pribadinya pada sistem pemeritahan di indonesia pada saat itu.

Jadi apakah menulis buku harian itu masih disebut sebagai kebiasaan kuno? Setelah banyak tokoh yang mendunia dan mengispirasi setelah mereka menulis buku harian? hmmm

4 komentar:

  1. saya termasuk orang yg suka ngoceh di jurnal harian :) bahkan di Hp notes banyak tumpang tindih :) saat sdg lowong suka membaca ulang hal-hal yang pernah saya tulis, jd semacam pintu time machine yang kapan aja bisa dibuka :) nice post :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih!^^ lanjutkan, saya juga gitu kerjaan nya hehe, bahkan ada buku diary yg msh disimpan dari kelas 4 SD :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Siap! Garis bawah, Catatan Seorang Demonstran. :D

      Hapus