Buku harian atau yang lebih kita
kenal sebagai buku diary adalah
catatan pribadi dimana kita bisa menuliskan apapun disana. Di dalam buku harian
semuanya bisa tertuangkan, perasaan apapun yang sedang kamu rasakan,
peristiwa-peristiwa penting di hidup kamu,
juga mimpi dan harapan, bebas kamu tuliskan disana. kamu pernah mencurahkan
isi hati mu di buku harian? Jika pernah maka kamu patut berbahagia, karena itu
berarti ada suatu kenangan berharga yang terabadikan di dalamnya.
Selain mencurahkan isi hati, menulis buku harian juga merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan minat membaca
dan mengasah kemampuan menulis. Di zaman yang serba globalisasi ini, media
sosial sudah banyak di gunakan dimana-dimana yang banyak digunakan sebagai
“lapak” curhat. Namun, ada beberapa alasan mengapa kita harus tetap
mempertahankan kertas dan pena kita. Dalam proses menulis buku harian otak dan hati bekerja sama beriringan dengan
pena yang kita genggam di atas kertas
yang masih putih, isi hati kita tertuangkan tanpa paksaan, kejujuran tertulis
disana tanpa keraguan. Kemampuan menulis kita akan terlihat sangat jelas
perkembangan nya dari lembar lama ke lembar baru. Ini merupakan langkah
sederhana untuk meningkatkan minat membaca para generasi muda, karena dengan
kegiatan rutin kita menulis di buku harian tentu saja kita akan membacanya,
dengan kita suka menulis otomatis kita akan suka membaca.
Dari dalam negeri ada Mochtar Lubis kelahiran
Padang, Sumatera Barat. Salah satu bukunya yang terkenal adalah buku “Catatan
Subversif.” berisi tentang pengalaman nya saat ia di penjara pada masa Orde
lama. Kemudian, beliau mengeluarkan buku keduanya yang berjudul. “Nirbaya:
Catatan Harian Mochtar Lubis dalam penjara Orde Baru.” Mochtar Lubis adalah
pemimpin Harian Indonesia Raya yang sering kali pemikiran nya berseberangan
dengan pemerintah, karena itulah ia ditahan karena tulisan-tulisannya yang
dianggap mengganggu kelancaran jalannya pemerintahan pada masa itu. Banyak
pesan yang ia sampaikan didalam bukunya itu. Lewat kedua bukunya beliau
menuliskan secara jujur pandangan pribadinya pada sistem pemeritahan di
indonesia pada saat itu.
Jadi apakah menulis buku harian itu masih disebut
sebagai kebiasaan kuno? Setelah banyak tokoh yang mendunia dan mengispirasi setelah mereka menulis buku harian? hmmm
saya termasuk orang yg suka ngoceh di jurnal harian :) bahkan di Hp notes banyak tumpang tindih :) saat sdg lowong suka membaca ulang hal-hal yang pernah saya tulis, jd semacam pintu time machine yang kapan aja bisa dibuka :) nice post :)
BalasHapusTerimakasih!^^ lanjutkan, saya juga gitu kerjaan nya hehe, bahkan ada buku diary yg msh disimpan dari kelas 4 SD :D
HapusSoe Hok Gie uan jangan lupakan doi :D
BalasHapusSiap! Garis bawah, Catatan Seorang Demonstran. :D
Hapus