“Meskipun banyak hal yang tidak bisa
kamu percayai, percayalah aku tidak akan pernah membiarkanmu sendiri.” Katanya sambil
memeluk tubuh ringkihku yang sedang menangis terisak, ia memelukku lebih erat
dari biasanya seperti enggan untuk melepaskan tentu saja aku balas memeluk nya
lebih erat lagi. Aneh nya malam itu tiba-tiba aku merasa damai di tengah
kemelut masalah dengan keluargaku, hanya dengan bersamanya aku tiba-tiba saja
lupa bahwa aku hampir kehilangan segalanya dalam hidupku, bahwa masih ada dia
yang bisa aku percayai.
Malam itu, tidak akan pernah
terulang kembali, kini pelukanmu tinggal lah angan yang ada dalam kenangan ku
karena bagimu aku tidak pernah ada.
Selama ini aku merasa tidak ada yang
salah dengan nya, kebiasaan-kebiasaan aneh yang kecil tidak pernah aku
permasalahkan karena menurutku itu bukan sesuatu yang buruk. dia sering
bertanya hari ini hari apa, jam berapa, dia juga sering lupa dengan apa yang
telah aku katakana padanya, aku pikir itu hal yang biasa saja, tapi setelah
hari itu dia lupa harus memanggilku apa, biasanya kita punya panggilan aneh
yang hanya kita berdua yang tahu tapi dia memanggil nama ku seperti orang asing
yang baru saja kenal ia berdalih katanya ia ingin memulai sesuatu yang baru,
dia juga sudah tidak menghubungiki ku setelah aku tanya dia menyimpan ponselnya
di dalam laci karena rusak.
sampai
pada satu hari aku sudah merasa kalau ada yang salah dalam dirinya. Hari itu
dia benar-benar lupa kemana arah pulang ke rumahnya, aku pikir itu hanya
lelucon tidak masuk akal, mana mungkin seseorang bisa lupa dengan rumahnya
sendiri, tapi itu benar-benar terjadi dia duduk terdiam cukup lama di kursi
terasku dia berdiri kemudian duduk lagi entah berapa kali dia melakukan seperti
itu. Aku hampiri dia, aku menatapnya dengan tatapan meneliti namun dia dengan
jelas menampakan kebingungan nya sambil melihat kanan kiri, akhirnya hari itu
aku mengantarkan nya pulang.
Tak butuh waktu lama setelah hari itu,
aku akhirnya mengetahui memang ada sesuatu yang salah dalam dirinya. Dia bukan nya ingin memanggilku dengan sebutan yang berbeda namun dia tiba-tiba saja benar-benar lupa harus memanggilku dengan sebutan apa, dia bukan nya tidak ingin menghubungiku ponselnya pun sama sekali tidak rusak tapi dia lupa bagaimana cara mengoperasikan ponselnya, dan dia benar-benar lupa arah pulang ke rumahnya itu sama sekali bukan lelucon.
Dia, tiba-tiba tak sadarkan diri dan terbaring di rumah sakit untuk waktu yang lama saat dia terbangun, dia sama sekali tidak mengingatku hari itu aku harus menerima kenyataan bahwa aku hilang dari ingatan nya, bahwa ingatan nya mengalami kemunduran luar biasa bahkan jauh sebelum dia mengenalku. ia telah lupa bahwa dia menjanjikan kebahagiaan untuk ku. Kini aku hanyalah seseorang yang tak pernah ada dalam hidupnya.
Dia, tiba-tiba tak sadarkan diri dan terbaring di rumah sakit untuk waktu yang lama saat dia terbangun, dia sama sekali tidak mengingatku hari itu aku harus menerima kenyataan bahwa aku hilang dari ingatan nya, bahwa ingatan nya mengalami kemunduran luar biasa bahkan jauh sebelum dia mengenalku. ia telah lupa bahwa dia menjanjikan kebahagiaan untuk ku. Kini aku hanyalah seseorang yang tak pernah ada dalam hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar