Kamis, 01 Januari 2015

Tahun yang telah menahun akhirnya benar-benar terasa tahun yang baru

        Waktu berlalu rasanya terasa amat cepat hingga sampai penghujung tahun, banyak hal yang teramat sulit sampai-sampai aku merasa putus asa, namun pada kenyataan nya semua itu telah aku lewati. Satu yang teramat sulit bagiku juga telah aku lewati walaupun nafas kian terasa sesak namun kini akhirnya angin sudah terasa menyejukan dan tak membuat tulang-tulangku serasa di tusuk.

          Aku juga bahkan tidak menyangka aku sudah bisa tertawa dengan mudah senyumku juga sudah tidak terasa berat karena terpaksa semuanya mengalir begitu saja entah dimulai sejak  kapan, awalnya aku bahkan merasa sudah putus asa aku sudah tidak berharap lagi senyum dan tawa ku dapat kembali karena aku sempat lupa cukup lama, tapi karena kehidupan yang memaksaku terus berjalan dan banyak wajah baru yang aku temui di tahun ini membuat pikiran dan hatiku mulai membaik, perlahan aku merasa diriku kembali.

          Hampir 3 tahun telah berlalu, aku yang merasa aku tidak akan pernah bisa menerima perubahan besar dihidupku nyatanya waktu juga yang memulihkannya, keluhku tak pernah berhenti saat musim demi musim berlalu, tangis dan rasa penuh resahku terus menghantui hari-hariku setelah perginya ayah, bernafas saja rasanya sulit sekali namun seperti yang aku bilang waktu juga yang akhirnya memulihkan nya meskipun aku sedikit ragu untuk mengakui nya tapi nyatanya kini aku sudah lebih dewasa aku sudah 17th dan bukan lagi anak SMP tingkat akhir yang kehilangan ayahnya secara tiba-tiba, aku mulai bisa menerima semuanya bahwa hidup memang tidak selalu bisa seperti yang aku inginkan bahwa hidup memaksa ku harus terus berjalan di jalan yang tidak ada satu orang pun yang tahu jalan apa yang harus aku lewati nanti, entah itu berkelok, menanjak, menurun, atau bahkan jalan yang berlubang, aku tidak pernah tahu tapi satu hal; aku harus terus berjalan agar saat aku menemui jalan yang sama sulitnya itu tidak akan terasa berat seperti di awal aku melewatinya.

         Untuk Ayah ku yang teramat dirindukan, mungkin di depan sana akan ada banyak hal sulit yang akan aku lalui namun setelah aku bangkit dari kesedihan yang menyakitkan karena kepergianmu aku merasa yakin bahwa aku sedikit-sedikit mulai bisa mengahadapi dunia yang tak terduga-duga ini. Selain meninggalkan kesedihan ternyata dengan kehilanganmu membuatku merasa lebih kuat dan dewasa juga karena kehilanganmu yang amat menyakitkan ini ternyata memberikanku energi luar biasa untuk terus bangkit walaupun terjatuh ratusan kali.

         Dulu, aku selalu percaya akan ada senyum setelah tangis yang menahun yang aku rasakan, dan itulah yang terjadi sekarang. Ayah, 3th sudah ayah pergi meninggalkan kami, dan akhirnya aku, ibu dan adik ku bisa tersenyum lagi ayah bahkan aku sekarang sudah bisa menemui keluarga ayah dengan perasaan yang nyaman. Aku akan menapaki hidupku ayah, sebentar lagi aku akan bertemu dengan dunia yang sebenarnya. Ada atau tidak nya ayah aku selalu berada dalam dekapanmu dalam nasihat-nasihatmu.

Peluk cium, Anak sulung mu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar