Waktu berlalu rasanya terasa amat cepat hingga sampai penghujung tahun, banyak
hal yang teramat sulit sampai-sampai aku merasa putus asa, namun pada kenyataan
nya semua itu telah aku lewati. Satu yang teramat sulit bagiku juga telah aku
lewati walaupun nafas kian terasa sesak namun kini akhirnya angin sudah terasa
menyejukan dan tak membuat tulang-tulangku serasa di tusuk.
Aku juga bahkan tidak menyangka aku sudah bisa tertawa dengan mudah senyumku
juga sudah tidak terasa berat karena terpaksa semuanya mengalir begitu saja
entah dimulai sejak kapan, awalnya aku bahkan merasa sudah putus asa aku
sudah tidak berharap lagi senyum dan tawa ku dapat kembali karena aku sempat
lupa cukup lama, tapi karena kehidupan yang memaksaku terus berjalan dan banyak
wajah baru yang aku temui di tahun ini membuat pikiran dan hatiku mulai
membaik, perlahan aku merasa diriku kembali.
Hampir 3 tahun telah berlalu, aku yang merasa aku tidak akan pernah bisa
menerima perubahan besar dihidupku nyatanya waktu juga yang memulihkannya,
keluhku tak pernah berhenti saat musim demi musim berlalu, tangis dan rasa
penuh resahku terus menghantui hari-hariku setelah perginya ayah, bernafas saja
rasanya sulit sekali namun seperti yang aku bilang waktu juga yang akhirnya
memulihkan nya meskipun aku sedikit ragu untuk mengakui nya tapi nyatanya kini
aku sudah lebih dewasa aku sudah 17th dan bukan lagi anak SMP
tingkat akhir yang kehilangan ayahnya secara tiba-tiba, aku mulai bisa menerima
semuanya bahwa hidup memang tidak selalu bisa seperti yang aku inginkan bahwa
hidup memaksa ku harus terus berjalan di jalan yang tidak ada satu orang pun
yang tahu jalan apa yang harus aku lewati nanti, entah itu berkelok, menanjak,
menurun, atau bahkan jalan yang berlubang, aku tidak pernah tahu tapi satu hal;
aku harus terus berjalan agar saat aku menemui jalan yang sama sulitnya itu
tidak akan terasa berat seperti di awal aku melewatinya.
Untuk Ayah ku yang teramat dirindukan, mungkin di depan sana akan ada banyak
hal sulit yang akan aku lalui namun setelah aku bangkit dari kesedihan yang
menyakitkan karena kepergianmu aku merasa yakin bahwa aku sedikit-sedikit mulai
bisa mengahadapi dunia yang tak terduga-duga ini. Selain meninggalkan kesedihan
ternyata dengan kehilanganmu membuatku merasa lebih kuat dan dewasa juga karena
kehilanganmu yang amat menyakitkan ini ternyata memberikanku energi luar biasa
untuk terus bangkit walaupun terjatuh ratusan kali.
Dulu, aku selalu percaya akan ada senyum setelah tangis yang menahun yang aku
rasakan, dan itulah yang terjadi sekarang. Ayah, 3th sudah ayah pergi
meninggalkan kami, dan akhirnya aku, ibu dan adik ku bisa tersenyum lagi ayah
bahkan aku sekarang sudah bisa menemui keluarga ayah dengan perasaan yang
nyaman. Aku akan menapaki hidupku ayah, sebentar lagi aku akan bertemu dengan
dunia yang sebenarnya. Ada atau tidak nya ayah aku selalu berada dalam
dekapanmu dalam nasihat-nasihatmu.
Peluk cium, Anak sulung mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar