Tadinya aku
berniat akan memendam ini diam-diam sampai kapanpun, tapi kenapa rasanya begitu
menyedihkan. Maafkan aku tapi aku juga tidak tahu rasa aneh ini di mulai sejak
kapan, mungkin saat kita bertemu di kelas yang sama dua tahun yang lalu, atau
saat kita ada di kelas yang sama lagi saat akhir sekolah, semuanya tergambar samar, awalnya aku bahkan
tidak menyadari bahwa aku menyukaimu, jujur saja aku sadar setelah temanku
bilang dan setelah itu tak perlu berpikir lama untuk mengiyakan nya.
Aku tahu kamu tidak pernah sekalipun
memandangku sebagai seorang perempuan tapi di mataku kamu seorang
laki-laki—Impianku. Kasarnya, mungkin kamu menganggapku sebagai teman lelakimu
karena sifatku yang jauh dari kata lembut, itu benar kan?
Sejak lama, jauh sebelum kamu menyukai
perempuan itu yang katamu nyaris mendekati sempurna, kamu begitu memujinya,
memujanya dan mengelu-elukan dirinya kamu bisa membayangkan jika apa yang aku
rasakan lebih dari yang kamu rasakan untuk perempuanmu itu, sampai saat nya
kamu kecewa dan lelah mengejar perempuan itu aku masih berdiri di samping mu
sebagai sahabatmu tentunya. Kemudian pelan-pelan kamu beralih ke perempuan yang
lain nya dan posisiku masih tetap sama.
Jika kamu bilang aku salah
mengartikan kebaikanmu kamu salah besar, aku juga tahu bahwa kamu orang yang
ramah terhadap siapapun kamu memperlakukanku sama dengan teman-temanmu yang
lain tapi aku tidak peduli bukan itu alasanku, aku bahkan tidak tahu alasan
mengapa aku menyukaimu.
Benar jika kamu katakan untuk
menjadi seseorang yang special tidak cukup jika mengandalkan kata nyaman,
karena sewaktu-waktu keadaan mungkin akan berubah menajdi canggung dan
menjengkelkan, bagaimana bisa aku tetap menyukai mu bahkan setelah
pertengkaran-pertengkaran antara kita yang tak pernah berhenti jika kita
bertemu. Ego ku bilang aku tak perlu merasa bersalah karena menyukaimu tapi
rasanya aku ingin mengucapkan maaf ratusan kali padamu karena mungkin
perasaanku ini akan menghancurkan pertemanan kita begitu saja. Hati seseorang
mungkin tak bisa di tebak, benar. Tapi entah mengapa kamu terbaca begitu jelas
olehku, aku tahu perasaanmu tak pernah sekalipun mengarah kepadaku, aku tahu
betul itu. Sekali lagi, maaf karena kelancanganku menyukaimu dan masih hingga
saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar