Hallo Ayah, apa kabar disurga sana?
Di surga sedang musim apa sekarang yah? Setelah beberapa bulan musim
penghujan disini sepertinya sudah mulai
kemarau yang sepertinya akan panjang.
Disana bagaimana? Ah, iya musim apapun disana pasti ayah akan selalu
terlindungi dan merasa damai. Rasanya sudah lama sekali tidak menulis sesuatu
tentang ayah, tapi meskipun begitu ayah tidak pernah tertinggal dalam setiap
do’a dalam sholatku.
Ayah, ayah tau? Setiap malam aku
selalu berharap aku bisa bermimpi tentang ayah. Tapi entah mengapa rasanya
sulit sekali bermimpi tentang mu, saat aku benar-benar ingin bertemu denganmu
dalam mimpi kau justru tidak pernah hadir. Tapi kemarin malam, kau benar-benar
hadir. Kau datang. Di mimpi itu, kau dan aku akan pergi pulang kampung, dan kau
bilang padaku.
“Teh, pergi hari jum’at itu tenang, damai.” di mimpi itu, aku melihatmu tanpa ingin berkedip sedetik pun. Saat aku mengajakmu untuk pergi, ayah berjalan mundur lalu menghilang. Aku terbangun, nafas ku terengah-engah saat aku bangun seperti telah lelarian ratusan kilo meter, aku terdiam cukup lama dan teringat kata-katamu. Yah, saat itu kau pergi hari jum’at, kau pergi di hari itu dan tak pernah kembali. Aku senang jika benar-benar seperti itu.
“Teh, pergi hari jum’at itu tenang, damai.” di mimpi itu, aku melihatmu tanpa ingin berkedip sedetik pun. Saat aku mengajakmu untuk pergi, ayah berjalan mundur lalu menghilang. Aku terbangun, nafas ku terengah-engah saat aku bangun seperti telah lelarian ratusan kilo meter, aku terdiam cukup lama dan teringat kata-katamu. Yah, saat itu kau pergi hari jum’at, kau pergi di hari itu dan tak pernah kembali. Aku senang jika benar-benar seperti itu.
Dan ternyata di malam yang sama
ibu juga bermimpi tentangmu, saat aku bilang pada ibu bahwa semalam ayah datang
di mimpi ku, ternyata dia juga bilang ayah juga datang di mimpinya. Ibu, tidak
banyak bicara tentang mimpinya tapi yang ku tahu ibu mimpi indah tentang ayah,
aku melihat wajah ibu yang meneduhkan dari sudut ranjang, saat itu aku belum
benar-benar bangun dari tempat tidur dan saat bangun aku langsung mengatakan
itu pada ibu. Dan ibu bilang, ayah datang ke mimpinya, ayah terlihat lebih tampan
dan gagah di mimpinya, ayah mengenakan pakaian serba putih di akhir mimpi ayah
meninggalkan ibu dengan senyuman.
Ayah, jika benar-benar semalam
ayah datang ke mimpi kami. Bisakah singgah lebih lama? Kami amat sangat
merindukanmu, kami hanya ingin lebih lama bercengkrama denganmu walaupun lewat
mimpi. Karena aku percaya, saat aku bermimpi tentangmu, kau memang benar-benar
datang. Dan kita berpisah saat aku terbangun dan kau kembali ke surga. Aku
berharap mimpi-mimpi tentangmu tidak akan pernah berhenti, yah. Aku bahagia
karenanya.
Ayah, setelah ini mungkin ada
banyak surat yang aku tulis untukmu, entah kenapa tapi aku yakin ayah melihatku
sedang menulis saat ini. Ada banyak cerita yang tak bisa aku ungkapkan dengan
kata-kata secara langsung. Sampai jumpa, aku merindukanmu, ayah. Selalu.
Tuhan, Titip
Ayahku di SurgaMu.
Dari, Anak
Sulungmu yang akan terus mencintaimu. Wulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar