Selasa, 20 November 2018

Berhenti.

Mungkin seharusnya kita tidak saling mengenal, menyadari bahwa kau perlahan hilang bagai asap dikehidupanku, aku menyesali seluruh pertemuan kita.

Aku menyesali setiap langkahmu yang kuabaikan, karena terakhir kali aku mengingatmu sebagai seseorang yang datang seperti malaikat. Ah, apa berlebihan jika aku menyebutmu malaikat?

Tapi semua itu juga tak membuatku ingin memulai sesuatu denganmu, dengan siapapun. Aku menghindari setiap komitmen sebisaku. Karena, tak akan cukup sebuah komitmen itu memenuhi dahaga dari dua kepala yang memiliki ego. Kalau bukan kau yang menyakitiku, pasti aku yang meninggalkamu. Jadi kupikir untuk apa?

Tapi, kemudian aku sadar. Tidak semua orang mempunyai pemikiran yang sama sepertiku. Layaknya kau yang dengan tegas menolak pemikiranku. Tidak ada yang salah dari setiap keputusan yang kita ambil. Semoga langkahmu kian lebar, maafkan aku yang terlalu egois.

Kamu benar tentang segalanya,
Aku juga sedang berjalan, walau entah kemana langkahku menuju.

Berbahagialah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar